Ragam Berita
 

Lebaran VS Tahun Ajaran Baru

Lebaran VS Tahun Ajaran Baru

Lebaran tahun ini hampir bertepatan dengan tahun ajaran baru. Mana yang harus diprioritaskan? Baju lebaran baru atau baju ajaran baru untuk sekolah anak? Tanggal libur Lebaran yang berdekatan dengan tahun ajaran baru membuat para orangtua kebingungan mengatur pengeluaran. Kalau membeli baju Lebaran, khawatir uangnya tidak cukup untuk membeli perlengkapan sekolah. Akan tetapi, kalau tidak membeli baju Lebaran, rasanya tidak tega. Apalagi, membeli baju Lebaran sudah menjadi tradisi dalam keluarga.
Karena sudah menjadi tradisi, Lebaran di mata anak-anak adalah momen di mana mereka mendapatkan baju baru, sepatu baru ,uang baru, dan segala sesuatu yang semua serba baru. Hal ini seringkali  juga berlaku untuk hari raya agama lain. Di sisi lain, tahun ajaran baru di mata anak juga memiliki makna yang sama, yaitu semua serba baru.

Bagaimana cara orangtua menyikapinya?
Sebenarnya, orangtua tidak perlu terlalu bingung menghadapi situasi ini. Justru, momen ini bisa digunakan orangtua untuk menghentikan pemahaman yang salah kaprah mengenai “segala harus baru” ini. Pada dasarnya, baju baru saat Lebaran bukanlah sesuatu yang wajib. Pada momen hari raya Islam ini, hati dan jiwa yang baru adalah yang paling penting. Sulit memang menjelaskan konsep ini kepada anak. Akan tetapi, orangtua harus berani keluar dari kebiasaan dan menjadi trendsetter bagi anak-anaknya. Pertama-tama, berilah penjelasan pada anak bahwa tanpa baju baru pun ia bisa menyambut kemenangan saat Idul Fitri.

Mengapa Harus Menghentikan Kebiasaan Membeli Baju Lebaran?
Keluar dari kebiasaan memang bukanlah hal yang mudah. Saat pertama kali mencoba menghentikan kebiasaan membelikan baju Lebaran, Anda mungkin merasa tak nyaman. Anda tidak tega kalau sampai anak merasa sedih karena tidak memiliki baju baru seperti teman-teman atau sanak keluarga yang lain.

Alasan lain mengapa Anda harus berhenti membelikan baju Lebaran pada anak adalah sebagai berikut:

Menghindari Perilaku Konsumtif
Momen menjelang Lebaran menjadi alasan banyak orang untuk menjadi konsumtif. Rata-rata, keluarga menghabiskan pengeluaran 3x lipat lebih banyak dari biasanya untuk membeli keperluan Lebaran, termasuk baju baru. Meski mendapatkan uang THR, orangtua harus menggunakan uang tersebut dengan bijak. Jika Anda terus melanjutkan kebiasaan membeli baju baru, anak pasti akan meniru kebiasaan konsumtif tersebut.

Lebaran tidak berarti Baju Baru, Ajari Anak Memahami Maknanya
Jika Anda terus-terusan melanjutkan kebiasaan membelikan baju baru saat Lebaran, anak akan terus memaknai Lebaran sebagai momen mendapatkan baju baru. Padahal, makna Hari Raya Idul Fitri lebih dalam dari itu. Momen Idul Fitri adalah momen menjadi pribadi yang baru. Momen di mana keluarga dan kerabat saling mengunjungi, memohon maaf, berbagi, dan mendekatkan diri. Jadi, yang terpenting bukan baju barunya, tetapi seberapa dalam memaknai momen Lebaran.

Lebih Menghargai Apa yang Anak Miliki
Jika memang anak sudah memiliki banyak baju bagus dalam lemarinya, rasanya membeli baju Lebaran tidak perlu dilakukan. Anak masih bisa memakai baju yang ia punya. Hal ini akan mengajarkan pemahaman baru pada anak, yaitu ia harus lebih menghargai apa yang telah mereka miliki.

Bagaimana dengan Perlengkapan Sekolah Baru?
Sama seperti Lebaran, tahun ajaran baru juga menjadi momen bagi anak untuk membeli perlengkapan sekolah baru. Tas, sepatu, buku, seragam, semuanya serba baru. Apakah memang perlu?  Kebiasaan konsumtif semacam ini sebaiknya memang ditinggalkan. Anda harus bisa memberikan pemahaman pada anak bahwa tahun ajaran baru tidak harus memakai perlengkapan sekolah baru. Belikan perlengkapan yang memang butuh untuk dibeli, misalnya buku, alat tulis, atau tas baru karena tas lama sudah rusak.

Belilah segala sesuatu sesuai dengan kebutuhan, kecuali jika memang Anda memiliki dana berlebih untuk membelikan barang-barang baru pada momen-momen tersebut. Jika memang Anda kesulitan menyiapkan dananya, sebaiknya tak perlu melakukan segala cara untuk membelikan baju baru atau perlengkapan sekolah baru untuk anak.

Momen Lebaran dan tahun ajaran baru yang hampir bersamaan menjadi momen paling tepat untuk mengajarkan anak agar tidak berlaku konsumtif.

sumber : schoolofparenting.id








Berikan Komentar Via Facebook

Ragam Berita Lainnya
Kegiatan Sehat Setelah Lebaran
Kegiatan Sehat Setelah Lebaran
Jum'at, 14 Juni 2019 10:17 WIB
Saat Lebaran dan puasa, ada beberapa rutinitas harian yang berubah dan cukup berbeda dengan hari biasa
Tips Mudik Nyaman Bersama Anak
Tips Mudik Nyaman Bersama Anak
Sabtu, 01 Juni 2019 14:43 WIB
Mudik sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia di bulan Ramadan. Anda tentu perlu mempersiapkan segala sesuatunya sematang mungkin.
Tips Bagaimana Menghadapi Gempa ?
Tips Bagaimana Menghadapi Gempa ?
Sabtu, 03 Agustus 2019 14:26 WIB
Setiap orang tentu memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melindungi diri sendiri dan keluarga
Cara Membuat Anak Percaya Diri dan Berani
Cara Membuat Anak Percaya Diri dan Berani
Minggu, 11 November 2018 15:43 WIB
Ada beberapa penyebab anak menjadi tidak percaya diri, mulai dari kurangnya kasih sayang, terlalu sering dilarang, hingga rasa trauma akibat kegagalan. Sayangnya, bukanlah perkara yang mudah dan cepat untuk bisa mendapatkan cara mengembalikan kepercayaan diri seorang anak. Sebelum terlambat dan buah hati kesulitan mendapatkan kembali kepercayaan dirinya, akan lebih baik kalau Ayah dan Bunda menanamkan hal-hal positif padanya