Ragam Berita
 

Tips Bagaimana Menghadapi Gempa ?

Tips Bagaimana Menghadapi Gempa ?

Beberapa bulan belakangan, Indonesia dilanda gempa di beberapa wilayah, termasuk yang terbaru pada hari Jum'at 2 Agustus  kemarin. Selain kewaspadaan, bekal informasi bagaimana melindungi diri dan melindungi anak dari gempa menjadi sangat penting, sebagai orangtua
Setiap orang tentu memiliki tanggung jawab yang sama, yaitu melindungi diri sendiri dan keluarga. Khususnya anak-anak yang belum mengerti apa yang sedang terjadi. Oleh karena itu, orangtua perlu tahu 3 langkah dasar terkait gempa, yaitu
1. Pahami apa yang harus dilakukan sebelum, selama dan setelah gempa
2. Buat rencana darurat keluarga, sehingga semua keluarga paham apa yang harus dilakukan dan kemana harus pergi dalam keadaan darurat
3. Ambil perlengkapan darurat (emergency kit/tas siaga bencana/kotak P3K), sehingga Funners dan keluarga dapat bertahan setidaknya selama 72 jam sebelum bantuan datang.

Bagaimana Mengatasi Gempa?
1. Sebelum Gempa
  • Ajarkan semua anggota keluarga termasuk anak-anak untuk menghadapi terjadinya gempa. Khususnya kemana harus berlindung saat terjadi gempa.
  • Ajarkan pada anggota keluarga yang cukup umur bagaimana memadamkan aliran listrik di rumah sehingga mencegah terjadinya konsleting listrik
  • Tempatkan cermin, lukisan atau benda-benda yang digantung lain dalam posisi yang aman. Sehingga mengurangi resiko terjatuh dari kait.
  • Letakkan furniture berat pada rak-rak yang rendah sehingga mengurangi resiko tertimpa saat gempa datang.
  • Gunakan tirai pada kaca jendela atau pintu di rumah. Fungsinya untuk mencegah kaca berhamburan ke segala arah saat pecah.
  • Jangan menggantung lukisan atau furniture berat di atas tempat tidur.
  • Jauhkan barang yang mudah terbakar dari sumber panas untuk menghindari kebakaran.
  • Selalu siapkan satu tas berisi perlengkapan darurat (emergency kit) seperti air minum, kotak P3k, senter, dll di rumah, dan beritahu kepad anggota keluarga tentang emergency kit ini.

2. Saat Terjadi Gempa

Jika di Dalam Ruangan (Indoor)

  • Tetap berada di dalam ruangan. Jangan panik dan berusaha buru-buru lari keluar.
  • Berlindunglah di bawah furniture yang kokoh seperti kolong meja, kolong tempat tidur atau furniture kokoh lainnya.
  • Lindungi kepala Anda dan bagian tubuh lainya untuk mencegah tertimpa benda berat.
  • Bersiaplah untuk berlari segera saat gempa berhenti. Cari dan ingatlah letak tangga darurat dari tiap gedung,jangan gunakan lift untuk keluar gedung.
  • Jika tidak menemukan furniture yang kokoh seperti meja atau tempat tidur. Rapatkan tubuh pada dinding sambil berjongkok. Jangan lupa lindungi kepala dan leher
  • Jika Anda di pusat perbelanjaan. Masuklah ke salah satu toko dan hindari kaca jendela dan rak-rak yang berat.

Jika Di Luar Ruangan (Outdoor)

  • Tetap berada di luar. Jangan berusaha masuk ke dalam suatu bangunan
  • Berlarilah ke area terbuka dan jauhi bangunan.
  • Jika Anda berada di tempat yang ramai orang. Lindungi diri Anda agar tidak terinjak

Jika Anda di Dalam Kendaraan

  • Parkirkan kendaraan Anda di tempat aman dan tidak menghalangi jalan.
  • Hindari jalan layang, jembatan, underpass dan bangunan apa saja yang bisa runtuh
  • Hentikan mobil dan tetap diam.
  • Sebaiknya jangan mencoba untuk berlari dari kendaraan Anda. Tunggu sampai diselamatkan.
  • Jika Anda berada dalam bus/ transportasi umum. Tunggu hingga bus berhenti. Berlindunglah di tempat yang aman. Duduklah dalam posisi jongkok dan lindungi kepala Anda dari serpihan yang jatuh.

3. Setelah Gempa Bumi

  • Tetap tenang. Bantulah orang lain jika memungkinkan
  • Dengarkan radio atau televisi. Ikuti instruksi pihak berwenang.
  • Kenakan sepatu yang kokoh agar terhindar dari cedera serpihan kaca dan bangunan.
  • Jauhi dinding bangunan untuk mencegah terjadinya reruntuhan jika terjadi gempa susulan
  • Jangan masuk ke rumah atau bangunan lain jika Anda tidak yakin tempat itu aman
  • Setelah Anda menyelamatkan anggota keluarga sendiri,periksa tetangga.
  • Segera hubungi bantuan darurat: RS terdekat, Tim SAR, dll.
Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang beresiko tinggi. Oleh karena itu pastikan Parents mengedukasi anak-anak dan anggota keluarga lain untuk mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi. Termasuk mengedukasi bagaimana melindungi diri sendiri. Semoga bermanfaat

dari berbagai sumber
 








Berikan Komentar Via Facebook

Ragam Berita Lainnya
Permainan yang dianjurkan untuk anak ADHD
Permainan yang dianjurkan untuk anak ADHD
Kamis, 23 Mei 2019 22:43 WIB
Anak-anak dengan ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder terkenal sulit berkonsentrasi untuk waktu yang lama
Keseruan Kejurda Jawa Barat Barongsai 2019
Keseruan Kejurda Jawa Barat Barongsai 2019
Kamis, 22 Agustus 2019 09:15 WIB
Pada tanggal 21 Juli 2019 lalu di area d'Fun Station Bandung
Mengenal Pola Asuh Milenial : "Drone Parenting"
Mengenal Pola Asuh Milenial : "Drone Parenting"
Selasa, 08 Januari 2019 07:42 WIB
Kini, di jaman milenial, berkembang jenis pola asuh baru yang disebut para ahli sebagai " Drone Parenting". Apa itu?
Apa yang diperjuangkan Ibu Kartini ?
Apa yang diperjuangkan Ibu Kartini ?
Minggu, 21 April 2019 09:01 WIB
Mam's sebenarnya apa yang sejak dulu diperjuangkan oleh Ibu Kartini?