Artikel
 
Semua ArtikelPerkembangan AnakDunia RemajaKehidupan DewasaKeluargaKesehatanPengetahuan Umum

Peran Keluarga Mengatasi Kenakalan Remaja
Peran Keluarga Mengatasi Kenakalan Remaja

Remaja merupakan fase dimana terdapat perubahan peran menjadi individu yang lebih dewasa. Pada fase ini, seseorang dituntut untuk mempersiapkan dirinya beralih ke jenjang yang lebih menantang dan memiliki lebih banyak tanggung jawab daripada sebelumnya.

Definisi remaja menurut World Health Organization (WHO) adalah seseorang yang memiliki rentang usia 10-19 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa permasalahan perilaku pada remaja biasanya mulai terlihat pada usia 12 tahun dan puncaknya akan terjadi pada usia 16-17 tahun.
Permasalahan yang terjadi pada remaja terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Permasalahan yang bersumber dari luar diri
Terdiri dari kenakalan remaja dan perilaku agresif, seperti berkelahi, merusak fasilitas, mencuri, berbohong, dan perilaku lainnya yang melanggar aturan. Konsekuensi terjadinya masalah ini adalah berkelahi dengan teman, penolakan dari teman, dan gagal di sekolah.
  • Permasalahan yang bersumber dari dalam diri
Terdiri dari perasaan cemas dan masalah perasaan lainnya, seperti khawatir, sedih, putus asa, dan lain-lain. Konsekuensi terjadinya masalah ini adalah remaja akan dikeluarkan dari sekolah, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku bunuh diri.

Selain itu, pada remaja cenderung muncul gangguan tingkah laku yang terbatas pada lingkungan keluarga. Tingkah laku yang ditampilkan umumnya adalah perilaku dissosial atau agresif, mencuri dari rumah sendiri, dan seringkali mengincar uang atau harta anggota keluarga tertentu.  Hal ini biasanya disertai dengan perilaku merusak yang ditujukan kepada anggota keluarga tertentu seperti merusak mainan atau hiasan, mencabik-cabik pakaian, merusak mebel, bahkan membakar rumah sendiri. Penyebab gangguan tingkah laku ini adalah adanya gangguan interaksi antara remaja dengan seorang atau lebih anggota keluarga.

Pada dasarnya, keluarga merupakan lingkungan yang sangat penting bagi remaja untuk belajar bersosialisasi.  Lingkungan keluarga yang sehat dapat memunculkan perilaku positif pada remaja. Lingkungan keluarga yang sehat nampak dari adanya kelekatan antar seluruh anggota keluarga, pengawasan dan dukungan, kontrol perilaku, komunikasi yang positif, melibatkan kasih sayang dalam berinteraksi, menekankan pada moral, serta kesempatan untuk mengekspresikan perasaan di dalam lingkungan keluarga. Ketika hal-hal tersebut kurang terpenuhi, maka remaja akan mengalami penyimpangan perilaku.

Berbeda dengan lingkungan keluarga sehat, pada lingkungan keluarga yang tidak sehat terdapat konflik fisik maupun verbal, tidak ada kelekatan antar anggota keluarga, komunikasi yang negatif, penerapan disiplin yang keras, penolakan, dan lain-lain sehingga dapat meningkatkan kemunculan permasalahan perilaku pada remaja.

Oleh karena hal tersebut, anggota keluarga terutama orang tua wajib memberikan dukungan, perlindungan, serta bimbingan bagi para remaja untuk mengatasi munculnya kenakalan remaja. Sikap dan cara orang tua menangani remaja, metode pengasuhan, dan kualitas relasi antar orang tua dengan remaja memberikan pengaruh besar terhadap muncul atau tidaknya permasalahan perilaku remaja.

Nah parents, anak Anda mulai menunjukkan tanda-tanda kenakalan remaja? Segera konsultasikan ke ahli terdekat atau parents bisa datang langsung ke d’Fun Station untuk berkonsultasi langsung dengan ahli yang ada di sana.

Daftar Rujukan
Juke R. Siregar. 2017. Perkembangan dan Pengasuhan Anak Hingga Remaja. Bandung : PT. Alumni.
Ara, Eshrat. 2015. Behavioral Problems in Adolescents : An Analysis of the Family Factors. Asian Journal of Research in Social Sciences and Humanities, Vol 5 No. 12, Desember 2015, pp. 90-102.
 





konsultasi Onsite

Telepon : 085725340688
Ruko Istana Pasteur Regency Blok CRA 51 Pasteur, Sukaraja, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40175


Berikan Komentar Via Facebook

Perkembangan Anak Lainnya
Optimisme vs Pesimisme

image: freepik.com

Optimisme vs Pesimisme
Selasa, 15 Juni 2021 09:28 WIB
optimisme dan pesimisme banyak berpengaruh terhadap suatu kegiatan pembelajaran
Dari Teman Jadi Pasangan, Mungkin kah?

image : freepik.com

Dari Teman Jadi Pasangan, Mungkin kah?
Sabtu, 05 September 2020 11:34 WIB
Apakah mungkin sebuah relasi romantis bisa dimulai dari hubungan pertemanan semata?
Selain Menyenangkan, Trampolin untuk Anak Memiliki Banyak Manfaat Lho!

Selain Menyenangkan, Trampolin untuk Anak Memiliki Banyak Manfaat Lho!
Sabtu, 24 November 2018 11:29 WIB
Banyak orang dan anak-anak tidak senang berolahraga, tetapi terdapat cara menyenangkan untuk mengajaknya berolahraga yaitu dengan bermain trampolin.
Dampak Psikologis Pandemi Pada Remaja

Dampak Psikologis Pandemi Pada Remaja
Senin, 19 Oktober 2020 10:24 WIB
Penyebaran covid-19 yang terjadi secara masif membuat kita semua mengalami berbagai perubahan yang serba mendadak