Artikel
 
Semua ArtikelPerkembangan AnakDunia RemajaKehidupan DewasaKeluargaKesehatanPengetahuan Umum

Cara  Orang Tua Mengontrol Screen Time Anak Selama School From Home?
Cara Orang Tua Mengontrol Screen Time Anak Selama School From Home?

Dengan adanya pandemi COVID-19, kita semua dianjurkan untuk melakukan berbagai aktivitas dari rumah. Dimulai dari working from home, school from home, berbelanja, ibadah, dan kegiatan lainnya yang harus dilakukan di rumah. Dengan adanya kebijakan tersebut, tentu juga berdampak pada terjadinya perubahan rutinitas yang baru atau yang saat ini marak disebut dengan “New Normal”.

Orang tua yang melakukan work from home mulai akrab dengan kegiatan meeting secara online dengan menggunakan berbagai platform. Anak-anak yang sudah terbiasa melakukan kegiatan belajar secara tatap muka dengan guru di sekolah menjadi harus menyesuaikan dengan kegiatan baru yaitu belajar secara online dengan menggunakan fasilitas video meeting.

Selain belajar secara online, kegiatan-kegiatan seperti les (musik, olah raga, seni), berkomunikasi dengan teman-teman, serta bermain semuanya dialihkan dan dilakukan secara online.  Tak dapat dipungkiri juga bahwa belakangan ini anak akan banyak menghabiskan waktu dan free time mereka untuk online.

Selain mendapatkan kemudahan dari rutinitas baru tersebut, perubahan kebiasaan baru dalam aktivitas-aktivitas tersebut memunculkan tantangan baru bagi setiap orang tua, yaitu bagaimana agar anak-anak dapat mengakses internet dan online secara aman.

Berikut beberapa cara yang bisa dicoba oleh orang tua agar anak bisa online secara aman :
  1. Dampingi anak ketika ia sedang online. Orang tua perlu mengetahui dan terlibat dalam kegiatan online yang dilakukan oleh anak. Keterlibatan yang dimaksud yaitu dengan memastikan kembali apa tujuan anak untuk online (belajar, menonton, bermain game). Orang tua juga perlu menunjukkan adanya kesediaan dan ketertarikan terhadap kegiatan yang dilakukan oleh anak.
  2. Tentukan waktu dan jelaskan pada anak berapa lama ia boleh online.
  3. Tentukan batasan tontonan atau konten yang boleh diakses anak. Orang tua bersama anak bisa menyepakati terlebih dahulu konten seperti apa yang boleh ia akses sesuai dengan usianya. Anak sebaiknya difokuskan untuk mengakses satu konten hingga selesai, setelah itu baru boleh dilanjutkan dengan konten lainnya (usahakan tidak dalam waktu yang bersamaan). Misalkan ketika sedang mengerjakan tugas secara online, anak sebaiknya tidak sambil chatting atau bermain game atau menonton video yang tidak berkaitan dengan tugas sekolah yang sedang ia kerjakan.
  4. Terbuka akan diskusi mengenai informasi baru yang anak dapatkan dengan cara menanyakan ”Mengapa ia menyukai tontonan tersebut?” atau “Apa yang ia dapat setelah menonton tayangan tersebut?”. Selain itu, orang tua juga bisa membagikan perasaan dan pendapat mereka kepada anak mengenai tontonan atau kegiatan online yang dilakukan oleh anak. Bicarakan mengenai pentingnya pemahaman nilai dan konsekuensi perilaku yang perlu anak ketahui, agar ia diharapkan bisa memahami dan mengaplikasikannya selama ia melakukan kegiatan secara online.
  5. Mengajarkan anak untuk mengembangkan aktivitas online yang sehat dan aman. Ketika anak melakukan video meeting untuk kepentingan belajar, dorong anak untuk sopan dalam berbicara dengan guru dan teman-temannya. Berpakaian yang sesuai dan tepat serta tidak menyalakan video meeting tanpa sepengetahuan orang tua. Ketika menggunakan media sosial, berikan informasi pada anak bahwa ia tidak boleh memberikan informasi pribadi seperti nama lengkap, nomor handphone orang tua, alamat. Anak juga tidak boleh bertemu dengan orang asing yang dikenalnya di media sosial, pastikan ia mengetahui dan paham bahwa apabila ada orang asing yang berusaha untuk mengontaknya, maka ia perlu memberitahu orang tua.
  6. Melakukan kontrol dengan mengecek kembali aktivitas online anak, hal ini bisa dilakukan dengan memaksimalkan fasilitas parental control yang ada di aplikasi atau browser. Orang tua bisa menentukan batasan usia pada konten yang anak tonton sehingga anak hanya bisa mengakses informasi dan konten yang sesuai dengan usianya saja.
  7. Seimbangkan kegiatan online-offline yang dilakukan anak. Ajak anak untuk melakukan kegiatan dengan bergerak seperti berolahraga di halaman rumah, memasak bersama, membuat prakarya atau membuat masker berwarna-warni dari kain yang sudah tidak dipakai, yang tentu bermanfaat juga untuk menjaga kesehatan anak sehingga anak tidak terlalu kecanduan untuk online terus menerus.

Nah apa parents masih kebingungan dengan cara mengontrol screen time anak selama school from home agar anak tidak terlalu berlebihan online? Parents bisa langsung download aplikasi d’fun station di playstore dan konsultasikan dengan ahli yang ada di sana.



Referensi :

UNICEF. “How to Keep Your Child Safe Online While Stuck at Home during the COVID-19 Outbreak.” UNICEF, 16 April 2020, https://www.unicef.org/coronavirus/keep-your-child-safe-online-at-home-covid-19/.

Alvy, Kerby. T. 2008. The Positive Parent : Raising Healthy, Happy, and Successful Children, Birth-Adolescence. New York : Teachers College Press.





konsultasi Onsite

Telepon : 085725340688
Ruko Istana Pasteur Regency Blok CRA 51 Pasteur, Sukaraja, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40175


Berikan Komentar Via Facebook

Perkembangan Anak Lainnya
8 Hal Yang Perlu Diajarkan pada Anak Lelakimu.

8 Hal Yang Perlu Diajarkan pada Anak Lelakimu.
Senin, 14 Januari 2019 09:52 WIB
Selaku cowok, kamu harus mendidik anak laki-lakimu layaknya seorang pria. Lalu, bagaimana mendidik seorang anak laki-laki? Yuk, simak!
Selain Menyenangkan, Trampolin untuk Anak Memiliki Banyak Manfaat Lho!

Selain Menyenangkan, Trampolin untuk Anak Memiliki Banyak Manfaat Lho!
Sabtu, 24 November 2018 11:29 WIB
Banyak orang dan anak-anak tidak senang berolahraga, tetapi terdapat cara menyenangkan untuk mengajaknya berolahraga yaitu dengan bermain trampolin.
Mengapa Orang Tua Perlu Belajar Parenting

Mengapa Orang Tua Perlu Belajar Parenting
Minggu, 28 April 2019 08:40 WIB
Parenting adalah bagaimana cara pembelajaran yang harus dipahami oleh orang tua dalam berinteraksi dengan sang buah hati
Seperti Apa Pubertas pada Anak?

Seperti Apa Pubertas pada Anak?
Senin, 14 September 2020 14:26 WIB
Pubertas terjadi akibat adanya pelepasan hormon yang dikendalikan oleh interaksi dari hipotalamus, kelenjar pituitary, dan gonad