Artikel
 
Semua ArtikelPerkembangan AnakDunia RemajaKehidupan DewasaKeluargaKesehatanPengetahuan Umum

Gizi Buruk, Badan Anak Kurus Meski Makan Banyak
image: vecteezy.com
Gizi Buruk, Badan Anak Kurus Meski Makan Banyak

“Dok, kenapa ya anak saya kurus banget padahal makannya banyak? Semua dimakan tapi kelihatannya kurus sekali?” tanya seorang ibu yang datang ke poliklinik tempat saya berpraktik pada suatu pagi. Pertanyaan itu terdengar tidak asing, bahkan mungkin sering dipertanyakan oleh kebanyakan orangtua yang sedang memiliki anak bayi maupun balita. Kira-kira apa masalahnya?

Hal ini mungkin terjadi karena disebabkan oleh kondisi/penyakit yang sering disebut dengan gizi buruk. Penyakit ini merupakan salah satu kelainan yang termasuk dalam golongan Malnutrisi Energi Protein (MEP). Faktanya, gizi buruk ternyata merupakan salah satu dari empat masalah gizi utama yang terjadi di Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat bahwa terdapat 13,8% balita dengan kondisi gizi kurang dan terdapat 3,9% balita dengan kondisi gizi buruk.

Lalu apa sebenarnya MEP itu? Berdasarkan lama dan beratnya kekurangan energi serta protein, MEP bisa diklasifikasikan menjadi 2 jenis, yaitu :
  • MEP derajat ringan-sedang yaitu suatu kondisi tubuh yang mana gizi kurang
  • MEP derajat berat yaitu suatu kondisi tubuh yang mana gizi buruk

Gejala Gizi Buruk
Pada kondisi gizi kurang, gejala klinis yang khas belum ditemukan. Gejala yang dijumpai hanya sebatas gangguan pertumbuhan dan tampak kurus. Namun perlu untuk diketahui bahwa gangguan pertumbuhan dapat terjadi pada semua status gizi. Demikian pula kata kurus tidak dapat selalu mencerminkan kondisi gizi yang kurang.

Selain gejala klinis, pada gizi buruk juga dapat ditemukan kelainan biokimia sesuai dengan bentuk klinis. Apa saja bentuk klinis yang terdapat pada gizi buruk? Berikut adalah 3 bentuk klinis pada gizi buruk:
  • Marasmus
Anak dengan kondisi marasmus biasanya memiliki keluhan adanya perubahan fisis yang terjadi pada anak seperti kulit keriput maupun penipisan lemak bawah kulit disertai dengan kondisi yang semakin tampak kurus. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik maka akan ditemukan beberapa tanda seperti wajah yang tampak seperti wajah orangtua, terlihat sangat kurus, kulit kering (cenderung dingin dan ada keriput), serta otot mengecil sampai kontur tulang terlihat jelas. Selain terjadi perubahan fisik, perubahan pada mental anak juga terjadi salah satunya seperti anak menjadi lebih rewel dan cengeng.
  • Kwashiorkor
Anak dengan kwashiorkor biasanya memiliki keluhan seperti anak tampak loyo, tidak bertenaga, dan lemas. Selain itu juga, terdapat keluhan bengkak atau buncit pada anak. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik maka dapat ditemukan beberapa tanda seperti terjadi perubahan warna dan tekstur rambut sehingga rambut mudah dicabut atau rontok, terdapat perbesaran organ hati dan gangguan sistem pencernaan, otot mengecil, serta bengkak simetris yang terjadi pada kaki sampai seluruh tubuh. Perubahan mental pada anak pun juga terjadi sehingga anak menjadi apatis.
  • Marasmik-kwasiokor
Marasmik-kwashiokor merupakan gabungan gejala dari gejala dan tanda yang nampak pada marasmus dan kwashiorkor.

Lalu bagaimana seorang anak dapat diidentifikasi mengalami gizi buruk? Terdapat beberapa kriteria diagnosis yang dijadikan patokan oleh dokter untuk menilai apakah anak mengalami gizi buruk atau tidak, yaitu :
  • Anak terlihat sangat kurus
  • Terdapat bengkak yang simetris pada anak
  • Pengukuran Berat Badan / Tinggi Badan kurang dari sama dengan 3 SD (SD merupakan satuan standar skor gizi anak)
  • Lingkar lengan atas kurang dari 11,5 cm

Dalam menentukan diagnosis gizi buruk pada anak, keluhan orangtua maupun pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter belum bisa dijadikan landasan yang pasti. Ada beberapa pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan oleh dokter seperti pemeriksaan kadar gula darah, pemeriksaan darah tepi lengkap, urin lengkap, feses lengkap, elektrolit, protein, tes mantoux, rontgen dada, maupun pemeriksaan EKG pada beberapa kasus tertentu.

Bagaimana menangani gizi buruk?
Setelah mengetahui gejala dan tandanya, sekarang ada baiknya kita mengetahui penanganan apa yang sebaiknya diberikan pada anak ya Parents! Penanganan gizi buruk akan melalui 3 fase sebagai berikut :
  • Fase inisial
Pada fase ini penanganan pada anak akan berfokus pada masalah yang mengancam jiwa anak seperti kekurangan cairan, kekurangan asupan gula/kadar gula darah rendah, kedinginan, mual muntah hebat, maupun terdapat kondisi infeksi pada anak. Fase inisial ini dapat berlangsung sejak hari pertama anak masuk rumah sakit sampai minggu ke-2.
  • Fase rehabilitasi
Setelah fase inisial dilalui, anak sudah dapat mulai diberikan makanan. Pemberian makanan dilakukan secara intensif dengan tujuan untuk mengembalikan berat badan anak yang hilang dan meningkatkan stimulasi emosional dan fisiknya.
  • Fase pemantauan
Fase terakhir ini dilakukan setelah anak keluar dari rumah sakit. Untuk mencegah kejadian malnutrisi terulang kembali, pantau pertumbuhan dan perkembangan anak dengan cara memantau status gizinya secara rutin dan berkala, serta pantau perkembangan psikomotornya.

Oleh karena itu, penting bagi parents untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi dan nutrisi pada anak. Selain itu, jangan lupa untuk senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan ya parents karena gizi buruk bukan hanya berbicara tentang nutrisi yang masuk ke dalam diri anak melainkan juga kebersihan diri dan lingkungan di sekitar anak. Namun parents tidak perlu khawatir berlebihan. Jika anak sudah mulai menunjukkan tanda dan gejala dari gizi buruk, segera bawa si kecil ke fasilitas kesehatan terdekat agar si kecil bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal hingga bisa kembali ceria! Anak sehat, Ayah Bunda Bahagia!

Sumber :
  • Arifputera A, dkk. Kapita Selekta Kedokteran. Editor, Tanto C, dkk. Edisi 4. Jakarta: Media Aesculapius. 2014; jilid 1; 123-126
  • Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (2018). Badan Penelitian dan. Pengembangan. Kesehatan. Kementerian. RI tahun. 2018





konsultasi Onsite

Telepon : 085725340688
Ruko Istana Pasteur Regency Blok CRA 51 Pasteur, Sukaraja, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40175


Berikan Komentar Via Facebook

Perkembangan Anak Lainnya
Peran Ayah dan Bunda Dalam Mengasuh si Kecil

Peran Ayah dan Bunda Dalam Mengasuh si Kecil
Selasa, 14 Agustus 2018 14:04 WIB
Kolaborasi Ayah dan Bunda adalah salah satu poin penting dalam upaya mencapai pengasuhan si Kecil. Memahami karakter dan kebutuhan anak
Ayah, Jangan Lakukan 5 Hal Ini pada Anak

Ayah, Jangan Lakukan 5 Hal Ini pada Anak
Senin, 23 April 2018 11:37 WIB
Sudah umum bila para orangtua seringkali kewalahan mengatur anaknya. Maka sejak jaman kakek nenek pulalah kita mendengar berbagai cerita dan
Interpersonal Communication, Caramu Bangun Hubungan Dengan  Orang lain

image : freepik.com

Interpersonal Communication, Caramu Bangun Hubungan Dengan Orang lain
Senin, 31 Agustus 2020 08:14 WIB
Keterampilan komunikasi interpersonal (interpersonal communication) merupakan kemampuan yang diperlukan dalam upaya membangun relasi dan komunikasi dengan orang lain
Gangguan Kepribadian Ganda, Orang Berbeda Dalam Satu Tubuh

image : freepik.com

Gangguan Kepribadian Ganda, Orang Berbeda Dalam Satu Tubuh
Senin, 07 September 2020 09:31 WIB
Istilah kepribadian ganda dalam psikologi dikenal sebagai dissociative identity disorder (DID) pada DSM-V, di mana sebelumnya disebut sebagai multiple personality