Psikologi
 
Semua BlogPengetahuan AnakDunia AnakKesehatan AnakPola Asuh AnakKisah dan CeritaPsikologiEdukasiUmum

Lelah Bekerja? Lakukan Hal ini untuk Relaksasi
image : freepik.com
Lelah Bekerja? Lakukan Hal ini untuk Relaksasi

Tuntutan dan tekanan di pekerjaan tak jarang membuat diri merasa begitu lelah. Tanda-tanda yang mungkin kita alami seperti stamina berkurang, mudah mengantuk, sulit tidur, dan sebagainya bisa jadi bukan hanya menandakan bahwa tubuh kita saja yang sedang lelah, tapi juga pikiran kita. Sangat wajar kita merasa stres atau cemas, apalagi tuntutan di pekerjaan yang seolah datang tanpa jeda. Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kelelahan tersebut? Bagaimana cara agar kita bisa rileks sejenak dari rutinitas pekerjaan kita? Berikut beberapa tips yang bisa kita coba lakukan.
  1. Lakukan relaksasi nafas
Relaksasi nafas bisa jadi salah satu pertolongan pertama yang paling mudah dilakukan untuk membuat tubuh relaks dan mengatasi ketegangan karena lelah atau stres yang dialami akibat dari pekerjaan. Teknik relaksasi yang paling sering dilakukan adalah 4-7-8, di mana selama 4 detik menghirup nafas, 7 detik menahan nafas, dan 8 detik menghembuskan nafas secara perlahan. Dengan demikian ada banyak oksigen yang dapat masuk ke tubuh dan otak kita, membuat tubuh bisa merelaksasi dan mengurangi ketegangan sehingga bisa lebih tenang. Anda juga bisa coba mengakses panduan relaksasi nafas dengan audio dari IPK (Ikatan Psikolog Klinis Indonesia) di link https://covid19.ipkindonesia.or.id/ bagian Psikoterapi Mandiri untuk umum.
  1. Aktivitas self-care
Ibarat sebuah handphone, ada kalanya diri kita merasa dalam kondisi low battery di mana kita merasa begitu lelah dengan keadaan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali aktivitas apa saja yang bisa membuat energi kita full charge kembali. Coba lakukan hal-hal mudah yang disukai dan dirasa cocok, seperti olahraga, menulis, mendengarkan musik yang menenangkan, mewarnai coloring book, menggambar, dan sebagainya. Sesuaikan dengan hobi dan kesukaan pribadi untuk menentukan aktivitas self-care yang sesuai bagimu.
  1. Belajar mindfulness
Teknik mindfulness membantu kita untuk tidak menghakimi (non-judgmental) situasi ketika mengamati lingkungan dan menerima pengalaman-pengalaman internal yang dihadapi, tanpa memberikan evaluasi, penilaian (judgement) atau mencoba untuk mengubah mereka (Beck, 2011). Teknik paling sederhana dari mindfulness  adalah dengan melakukan duduk hening. Selain itu, gunakan panca indra kita untuk meningkatkan mindful-awareness kita, misalnya dengan bertanya pada diri sendiri ‘apa yang bisa saya lihat sekarang?’, ‘apa yang saya dengar sekarang?’, ‘apa bau atau aroma yang bisa saya cium sekarang?’, ‘apa rasa yang bisa saya kecap sekarang?’, ‘apa tekstur benda yang bisa saya sentuh sekarang?’ Hal utama yang bisa dipelajari dari mindfulness adalah kita hidup saat ini (being present), sekarang dan di sini (here and now), sehingga pikiran kita tidak larut dengan hal-hal eksternal di luar kendali kita atau kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi.

Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk relaksasi setelah seharian bekerja. Beri waktu diri untuk jeda dan istirahat. Usahakan kualitas waktu istirahat Anda dimanfaatkan dengan baik. Jika memungkinkan, berbagilah dengan pasangan atau orang yang Anda percaya. Sampaikan apa harapan atau bentuk interaksi dari mereka yang bisa membantu diri Anda agar merasa lebih relaks menghadapi hari. Fokuslah pada hal-hal yang bisa dikendalikan dan dilakukan oleh diri.

Kalau Anda masih merasa kurang rileks meski sudah mencoba beberapa tips di atas, Anda bisa mendownload aplikasi d’Funstation di google play dan sampaikan keluhan Anda kepada para psikolog ahli yang siap mendengarkan cerita Anda di sana. Jangan lupa “me time” ya Funners!

Referensi:
Beck, Judith S. (2011). Cognitive Behaviora Therapy 2nd edition. The Gulford Press: New York.
Olpin, Michael., Hesson, Margie. (2013). Stress Management for Life: A Research-Based, Experimental Approach International Edition, 3rd edition. Wadsworth, Cengange Learning:  USA.
www.ipkindonesia.or.id





Berikan Komentar Via Facebook

Psikologi Lainnya
4 Ciri Khas yang Dimiliki Anak Bungsu

4 Ciri Khas yang Dimiliki Anak Bungsu
Jum'at, 04 Desember 2020 10:59 WIB
Anak bungsu terlahir dari orang tua yang sudah terlatih karena telah memiliki anak sebelumnya
Cabai Jawa, Cabai Hangat Asli Indonesia yang Bermanfaat

Cabai Jawa, Cabai Hangat Asli Indonesia yang Bermanfaat
Selasa, 17 Maret 2020 12:35 WIB
Cabai jawa merupakan sebuah cabai asli yang berasal dari Indonesia. Cabai jawa akan terasa menghangatkan dan mempunyai banyak khasiat.
Mengenal Duka dan Kehilangan Dalam Hidup

image: freepik.com

Mengenal Duka dan Kehilangan Dalam Hidup
Selasa, 26 Januari 2021 08:27 WIB
Duka dan kehilangan adalah bagian normal dari kehidupan yang dialami oleh setiap orang. Duka merupakan respon normal atas kehilangan selama
Peran Ayah Dalam Perkembangan Anak

Peran Ayah Dalam Perkembangan Anak
Jum'at, 07 Februari 2020 15:12 WIB
Ayah yang terlibat dalam pola asuh akan mengembangkan anak menjadi sosok yang memiliki kompetensi secara kognitif dan empati. Kesetaraan peran