Dunia Anak
 
Semua BlogPengetahuan AnakDunia AnakKesehatan AnakPola Asuh AnakKisah dan Cerita

Dampak Negatif Media Sosial pada Anak dan Remaja

Dampak Negatif Media Sosial pada Anak dan Remaja

Meskipun penggunaan media sosial memberi dampak positif, perkembangan media sosial ternyata juga dapat memberikan dampak negatif. Anak maupun remaja memiliki keterbatasan untuk melakukan regulasi diri. Mereka juga rentan mendapatkan tekanan dari teman sebaya sehingga mereka memiliki resiko tinggi terpapar dampak negatif dari penggunaan media sosial. Penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa resiko yang mungkin didapatkan seperti terpaparnya konten pornografi atau konten negatif lain dan kurangnya pemahaman mengenai isu privasi. Adapun dampak negatif lainnya di antaranya sebagai berikut:

  1. Cyberbullying dan Kekerasan
Cyberbullying merupakan kegiatan yang sengaja dilakukan untuk membuat malu dan mengintimidasi seseorang dengan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi yang tidak tepat. Cyberbullying banyak terjadi dan menimpa anak dan remaja yang menggunakan media sosial. Jika hal ini menimpa seseorang maka orang akan terkena dampak negatif seperti depresi, kecemasan, merasa terisolasi, dan yang paling buruk adalah membuat seseorang melakukan bunuh diri.
  1. Sexting
Sexting dapat diartikan sebagai kegiatan mengirim, menerima, atau meneruskan pesan, foto, dan gambar yang mengandung konten seksual melalui handphone, komputer, atau alat digital lain. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 20% remaja pernah mengirimkan atau memposting foto maupun video dirinya tanpa berbusana atau setengah berbusana.
  1. Facebook Depression
Peneliti telah menemukan suatu fenomena baru yang dinamakan facebook depression. Hal ini merupakan depresi yang muncul dan berkembang di kalangan remaja dan anak yang banyak menghabiskan waktu dengan bermain media sosial, seperti facebook. Gejala ini mulai ditunjukan dengan kemunculan simptom-simptom depresi. Penerimaan dari sosial dan interaksi sosial merupakan suatu hal yang penting pada periode remaja. Dengan intensitas penggunaan media sosial yang sering, dapat menjadi faktor pemicu seorang remaja mengalami depresi. Sama seperti depresi yang umumnya terjadi, anak maupun remaja yang mengalami facebook depression beresiko mengalami isolasi sosial dan terkadang beralih ke situs internet yang beresiko menjerumuskan anak untuk menggunakan narkoba, melakukan hubungan seksual, atau perilaku agresif yang dapat melukai diri sendiri.

Apakah anak moms dan dads termasuk anak yang sering menggunakan media sosial? Apakah si kecil mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa dirinya terkena dampak negatif penggunaan media sosial? Jika ya, segera konsultasikan masalah ini kepada ahli terdekat atau bisa juga parents datang langsung ke d' Fun Station untuk berkonsultasi dengan ahli yang ada di sana.

Daftar Rujukan
Hall, Sharon T. 2008. Raising Kids in the 21st Century. West Sussex : Blackwell Publishing.
O’Keeffe, Gwenn Schurgin., Pearson, Kathleen Clarke. 2011. The Impact of Social Media on Children, Adolescents, and Families. Journal of the American Academy of Pediatrics 2011;127;800.





Berikan Komentar Via Facebook

Dunia Anak Lainnya
Tahapan Perkembangan Emosi Bayi
Tahapan Perkembangan Emosi Bayi
Senin, 09 September 2019 07:56 WIB
Terkadang, kebanyakan orangtua terlalu fokus pada perkembangan fisik bayi. Mulai dari kemampuanĀ merangkak, berjalan, memegang barang, hingga berbicara
Anak Sering Mengabaikan Perintah Orang Tua ?
Anak Sering Mengabaikan Perintah Orang Tua ?
Rabu, 10 Juli 2019 13:21 WIB
Anak-anak bisa sangat bandel jika dinasihati, diperintah atau diberi tahu tentang suatu hal
Apa itu Tantrum? Bagaimana Cara Mengatasinya?
Apa itu Tantrum? Bagaimana Cara Mengatasinya?
Selasa, 23 Juli 2019 11:05 WIB
Penyebab utama tantrum pada anak adalah ketika si kecil menginginkan sesuatu, tapi tidak dapat mengungkapkannya
Pentingnya Kelekatan (Attachment) Antara Anak & Orang Tua
Pentingnya Kelekatan (Attachment) Antara Anak & Orang Tua
Selasa, 17 September 2019 04:26 WIB
Pentingnya kehadiran orang tua secara fisik terhadap perkembangan kognisi, emosi, serta sosial pada anak. Ketika anak-anak berpisah dengan pengasuhnya (orang tua), mereka akan mengalami penderitaan yang hebat meskipun terdapat pengasuh pengganti