Dunia Anak
 
Semua BlogPengetahuan AnakDunia AnakKesehatan AnakPola Asuh AnakKisah dan CeritaPsikologi

Apakah Bayi Bisa Merasakan Emosi?
Apakah Bayi Bisa Merasakan Emosi?

Apakah moms pernah merasa kebingungan ketika si kecil terus menangis? Si kecil sudah diberi susu, popoknya sudah diganti namun masih saja menangis. Apa sebenarnya arti dari tangisan si kecil? Lalu muncul pertanyaan seperti judul di atas, apakah bayi bisa merasakan emosi? Bentuk emosi apa yang dirasakan oleh bayi?

Apa Itu Emosi?
Emosi yaitu respon yang timbul dari stimulus yang menyebabkan perubahan-perubahan fisiologis disertai dengan perasaan kuat. Bayi mengekspresikan sebagian emosi jauh lebih awal dibandingkan dengan beberapa emosi lain, lalu mengekspresikan dengan rinci dua perilaku ekspresif emosional yang penting, yaitu menangis dan tersenyum. Emosi adalah perasaan yang terjadi ketika kita berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan. Komunikasi yang muncul pada bayi merupakan hal penting dari bagian emosi yang dimilikinya (Campos, 2009)

Emosi Pada Bayi
Ketika bayi lahir ia sudah bisa merasakan beberapa ekspresi emosi seperti senang, sedih, takut, kaget, dan jijik. Ekspresi emosi itu dinamakan sebagai emosi dasar yaitu emosi yang pertama kali dirasakan oleh bayi.

Sejak usia berapa bayi sudah bisa merasakan emosi? Emosi dasar pada bayi mulai muncul di 6 bulan pertama kehidupannya. Pada usia 2 atau 3 bulan, bayi sudah merasakan sedih dan marah, kemudian rasa takut mulai berkembang ketika bayi berusia 6 atau 7 bulan

Bentuk Emosi Pada Bayi
Lalu bagaimana bayi menunjukkan emosi yang dirasakannya? Pada bayi kemampuan menunjukkan emosi senang, sedih, takut, kaget, dan jijik meskipun masih terbatas, sehingga bayi biasanya akan menunjukkannya dalam bentuk ekspresi menangis dan tersenyum. Menangis dan tersenyum adalah dua ekspresi emosi yang ditunjukkan oleh bayi ketika ia berinteraksi dengan orang tua dan merupakan bentuk pertama dari komunikasi emosi.

Menangis merupakan bentuk perlindungan diri yang paling penting untuk berkomunikasi dengan dunia mereka. Tangisan bayi pertama kali menunjukkan bahwa paru-parunya sudah terisi dengan udara, juga menunjukkan bahwa bayi dalam kondisi sehat dan tidak ada permasalahan dalam sistem saraf. Setidaknya bayi memiliki 3 tipe tangisan, yaitu:

1. Tangisan dasar 
Tangisan dasar (basic cry) adalah suatu pola berirama yang biasanya terdiri dari satu tangisan, yang diikuti oleh diam sesaat, diteruskan dengan satu siulan kecil pendek dengan nada agak lebih tinggi dibandingkan dengan tangisan utama, lalu diakhiri dengan istirahat singkat sebelum tangisan berikutnya, biasanya tangisan seperti ini adalah pada saat bayi lapar.
 
2. Tangisan marah
Tangisan kemarahan (angry cry) adalah suatu variasi dari tangisan dasar. Akan tetapi, di dalam tangisan kemarahan lebih banyak udara dikeluarkan melalui pita suara.

3. Tangisan sakit
Tangisan kesakitan (pain cry) yang dirangsang oleh rangsangan yang intensitasnya tinggi, berbeda dari tipe tangisan lain dalam arti ada suatu kemunculan tangisan keras yang tiba-tiba tanpa rintihan atau erangan pendahuluan, dan suatu tangisan awal yang panjang diikuti oleh suatu upaya menarik nafas cukup lama, biasanya disebabkan oleh rasa sakit yang mengganggu.

Tersenyum 
Tersenyum pada bayi merupakan salah satu ciri bahwa bayi telah mengembangkan keterampilan sosial yang baru. Adapun tersenyum pada bayi terdiri dari 2 jenis, yaitu :
 
1. Senyum refleks
Senyuman refleks tidak terjadi sebagai respons terhadap rangsangan dari luar. Senyuman ini tampak selama bulan pertama setelah kelahiran, biasanya selama pola tidur yang tidak teratur dan bukan ketika bayi sedang berada dalam keadaan terjaga
 
2. Senyum sosial
Senyum yang muncul karena adanya hal yang menarik di lingkungan, seperti ketika bayi melihat wajah orang tua atau tersenyum ketika mendengar suara orang tua atau pengasuhnya.
 
Bagaimana bayi bisa memunculkan ekspresi emosi?
Kemampuan bayi mengekspresikan emosi dipengaruhi oleh orang tua atau pengasuhnya. Bayi akan secara langsung meniru ekspresi yang ditunjukkan oleh orang tua, kemudian respon orang tua akan membuat bayi menunjukkan ekspresi emosi tertentu. Contohnya ketika orang tua memanggil dan tersenyum kepada bayi, maka ia akan berusaha untuk mengenali wajah dan melihat respon orang tuanya, kemudian bayi akan tersenyum.

Oleh karena itu, peranan orang tua ataupun pengasuh sangat penting dan berpengaruh dalam mengembangkan kemampuan ekspresi emosi pada anak, dimulai dari ketika bayi hingga ia besar.

Bagaimana tahapan perkembangan emosi pada bayi? Nantikan di artikel selanjutnya

Daftar Rujukan :
Santrock, John .W. 2011. Child Development Thirteenth Edition. New York ; Mc Graw Hill.
Wenar, Charles & Patricia Kerig. Developmental Psychopatology. New York ; Mc. Graw Hill, Inc.
 





Berikan Komentar Via Facebook

Dunia Anak Lainnya
Peran Ayah dan Bunda Dalam Mengasuh si Kecil
Peran Ayah dan Bunda Dalam Mengasuh si Kecil
Selasa, 14 Agustus 2018 14:04 WIB
Kolaborasi Ayah dan Bunda adalah salah satu poin penting dalam upaya mencapai pengasuhan si Kecil. Memahami karakter dan kebutuhan anak
Cara Mendidik Anak Hiperaktif dengan Benar dan Tepat (2)
Cara Mendidik Anak Hiperaktif dengan Benar dan Tepat (2)
Rabu, 22 Mei 2019 00:46 WIB
Anak hiperaktif membutuhkan perhatian yang lebih dan rasa kasih sayang yang lebih agar dia mau mendengarkan orang tuanya dan menuruti
Permasalahan Anak Gen Z
Permasalahan Anak Gen Z
Kamis, 10 Oktober 2019 19:48 WIB
Anak gen z pasti akan mengalami beberapa masalah. Apa saja ya kira-kira masalahnya? Yuk kita simak bersama!
Sikap yang Harus Dikembangkan pada Remaja
Sikap yang Harus Dikembangkan pada Remaja
Minggu, 26 Januari 2020 10:02 WIB
Remaja merupakan fase dimana terdapat perubahan peran menjadi individu yang lebih dewasa