BLOG
DAN
ARTIKEL

Toxic Productivity, Mungkinkah Sedang Kamu Alami?
image : Illustration by google
Toxic Productivity, Mungkinkah Sedang Kamu Alami?
Oleh Febriani Sabatini Sirojudin Abas, S.Psi., M.Psi., Psikolog | Senin, 17 Januari 2022 09:19 WIB | 1.316 Views
Disunting Oleh : Brenda
Apa sih toxic productivity itu? Sebelum mengetahui lebih lanjut apa itu toxic productivity serta ciri-cirinya, yuk coba jawab beberapa pertanyaan di bawah ini dulu secara sadar dan jujur!
  1. Apakah saya memaksakan diri untuk melakukan tugas sepanjang hari?
  2. Apakah saya merasa bersalah pada akhirnya karena telah mengambil waktu untuk istirahat?
  3. Apakah tubuh saya terasa lelah dan letih saat memulai hari?
  4. Apakah saya sering berpikir bahwa saya tidak melakukan hal dengan cukup, bahkan ketika beberapa tugas sudah selesai?
  5. Apakah orang-orang memberi tahu saya bahwa saya perlu istirahat atau saya terlalu banyak bekerja?
  6. Bagaimana perasaan saya tentang hubungan, hobi, dan kegiatan santai lainnya?
Jika Anda pernah mengalami hal-hal tersebut, berhati-hatilah! Mungkin saja secara tak sadar, Anda telah melakukan toxic productivity.

Toxic merupakan sebuah kata dalam bahasa Inggris yang berarti racun. Label toxic biasanya diberikan pada suatu hal atau hubungan yang memberikan dampak negatif bagi kondisi fisik maupun psikis. Sedangkan kata “Productivity” merupakan sebuah kata bahasa Inggris yang memiliki arti produktivitas. Dalam KBBI, “produktivitas” didefinisikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan sesuatu. Istilah ini biasa digunakan dalam dunia industri untuk menggambarkan proses input dan output.

Produktif sangat erat kaitannya dengan efektif dan efisien. Apa itu efektif dan efisien?
  • Efektif berbicara mengenai bekerja sesuai hal yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan atau hasil yang maksimal (memuaskan) sesuai dengan apa yang menjadi harapan.
  • Efisien berbicara mengenai bekerja menggunakan sumber daya berupa tenaga, uang, maupun waktu dengan sesuai untuk mencapai tujuan. Dalam prosesnya, suatu pekerjaan akan dinilai efisien jika proses berhasil dilakukan dengan menghemat tenaga, biaya, maupun waktu demi mencapai hasil yang maksimal.
Perlu diketahui bahwa setiap pekerjaan yang dinilai efektif belum tentu efisien, begitupun sebaliknya.

Dr. Julie Smith (seorang psikolog klinis dari Hampshire, Inggris) mengatakan bahwa toxic productivity adalah sebuah obsesi untuk mengembangkan diri dan perasaan selalu bersalah jika tidak bisa melakukan banyak hal. Dalam literatur lain disebutkan bahwa toxic productivity adalah kebutuhan atau keinginan seseorang untuk terus-menerus terlibat dalam “self improvement” dengan melakukan berbagai aktivitas dalam hidupnya dengan tujuan ingin mencapai kesuksesan namun akhirnya justru tidak dapat menikmati atau memahami realitas kesuksesan, merasa sulit untuk bersantai, serta tidak pernah merasa cukup.

Ciri-Ciri Toxic Productivity
Toxic productivity dalam diri seseorang  bisa nampak dari beberapa ciri yaitu sebagai berikut:
  1. Terobsesi untuk produktif (sibuk adalah produktif)
  2. Merasa bersalah jika berdiam diri/beristirahat
  3. Merasa tidak pernah cukup/puas.
  4. Insecure terhadap pencapaian orang lain
  5. Memprioritaskan pekerjaan/tugas dibandingkan kebutuhan dasar 
  6. Mengaitkan harga diri dengan jumlah jam dan jumlah hal/pekerjaan yang ditangani
  7. Ekspektasi yang tidak realistis dengan bekerja atau mengikuti berbagai kegiatan
  8. Tidak ada boundaries/batasan yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
  9. Muscle tension, kelelahan, dan gangguan pencernaan

Nah sekarang kita sudah tahu tentang apa itu toxic productivity dan ciri-cirinya bukan? Apakah Anda sedang mengalaminya? Jika Anda sedang merasakannya, segera atasi sebelum terjerumus lebih dalam. Konsultasikan masalah Anda kepada ahlinya via aplikasi d’Fun Station yang bisa Anda download di Playstore.

Referensi
Artikel “What Is Toxic Productivity (and How Do I Avoid It)?” ditulis oleh Dr. Therese Mascardo (psikolog) pada 14 April 2020
Dr. Julie Smith (psikolog). BBC. “What Is Toxic Productivity?”.
Kamus Besar Bahasa Indonesia Online.
Tags
#Psikologi #toxic #productivity #psikolog
Bagikan Artikel
Komentar popoler
Belum ada komentar
Artikel Populer
Sikap yang Harus Dikembangkan pada Remaja
Sikap yang Harus Dikembangkan pada Remaja
49.933 Views

MANFAAT MENANYAKAN KABAR DAN VALIDASI EMOSI ANAK DI SETIAP HARINYA
MANFAAT MENANYAKAN KABAR DAN VALIDASI EMOSI ANAK DI SETIAP HARINYA
35.384 Views

Pembelajaran Pengembangan Fisik Motorik Anak (Bag. 1)
Pembelajaran Pengembangan Fisik Motorik Anak (Bag. 1)
28.162 Views

Pentingnya Kelekatan (Attachment) Antara Anak & Orang Tua
Pentingnya Kelekatan (Attachment) Antara Anak & Orang Tua
21.419 Views

Orang Tua Sebaiknya Baca Kisah tentang Ungkapan Jujur Seorang Anak ini. Kisah yang Bisa Menjadi Renungan Kita dalam Mendidik Anak
Orang Tua Sebaiknya Baca Kisah tentang Ungkapan Jujur Seorang Anak ini. Kisah yang Bisa Menjadi Renungan Kita dalam Mendidik Anak
14.896 Views

Dampak Positif Media Sosial pada Anak dan Remaja
Dampak Positif Media Sosial pada Anak dan Remaja
14.252 Views

6 Emosi Dasar Manusia
6 Emosi Dasar Manusia
13.774 Views

Peran Keluarga Mengatasi Kenakalan Remaja
Peran Keluarga Mengatasi Kenakalan Remaja
13.200 Views

Seperti Apa Feminisme di Zaman Sekarang?
Seperti Apa Feminisme di Zaman Sekarang?
12.789 Views

Shoebill, Burung yang Tak Suka Terbang dan Suka Menyendiri
Shoebill, Burung yang Tak Suka Terbang dan Suka Menyendiri
12.326 Views