Artikel
 
Semua ArtikelPerkembangan AnakDunia RemajaKehidupan DewasaKeluargaKesehatanPengetahuan Umum

Toxic Productivity, Mungkinkah Sedang Kamu Alami?
freepik.com
Toxic Productivity, Mungkinkah Sedang Kamu Alami?

Apa sih toxic productivity itu? Sebelum mengetahui lebih lanjut apa itu toxic productivity serta ciri-cirinya, yuk coba jawab beberapa pertanyaan di bawah ini dulu secara sadar dan jujur!
  1. Apakah saya memaksakan diri untuk melakukan tugas sepanjang hari?
  2. Apakah saya merasa bersalah pada akhirnya karena telah mengambil waktu untuk istirahat?
  3. Apakah tubuh saya terasa lelah dan letih saat memulai hari?
  4. Apakah saya sering berpikir bahwa saya tidak melakukan hal dengan cukup, bahkan ketika beberapa tugas sudah selesai?
  5. Apakah orang-orang memberi tahu saya bahwa saya perlu istirahat atau saya terlalu banyak bekerja?
  6. Bagaimana perasaan saya tentang hubungan, hobi, dan kegiatan santai lainnya?
Jika Anda pernah mengalami hal-hal tersebut, berhati-hatilah! Mungkin saja secara tak sadar, Anda telah melakukan toxic productivity.

Toxic merupakan sebuah kata dalam bahasa Inggris yang berarti racun. Label toxic biasanya diberikan pada suatu hal atau hubungan yang memberikan dampak negatif bagi kondisi fisik maupun psikis. Sedangkan kata “Productivity” merupakan sebuah kata bahasa Inggris yang memiliki arti produktivitas. Dalam KBBI, “produktivitas” didefinisikan sebagai kemampuan untuk menghasilkan sesuatu. Istilah ini biasa digunakan dalam dunia industri untuk menggambarkan proses input dan output.

Produktif sangat erat kaitannya dengan efektif dan efisien. Apa itu efektif dan efisien?
  • Efektif berbicara mengenai bekerja sesuai hal yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan atau hasil yang maksimal (memuaskan) sesuai dengan apa yang menjadi harapan.
  • Efisien berbicara mengenai bekerja menggunakan sumber daya berupa tenaga, uang, maupun waktu dengan sesuai untuk mencapai tujuan. Dalam prosesnya, suatu pekerjaan akan dinilai efisien jika proses berhasil dilakukan dengan menghemat tenaga, biaya, maupun waktu demi mencapai hasil yang maksimal.
Perlu diketahui bahwa setiap pekerjaan yang dinilai efektif belum tentu efisien, begitupun sebaliknya.

Dr. Julie Smith (seorang psikolog klinis dari Hampshire, Inggris) mengatakan bahwa toxic productivity adalah sebuah obsesi untuk mengembangkan diri dan perasaan selalu bersalah jika tidak bisa melakukan banyak hal. Dalam literatur lain disebutkan bahwa toxic productivity adalah kebutuhan atau keinginan seseorang untuk terus-menerus terlibat dalam “self improvement” dengan melakukan berbagai aktivitas dalam hidupnya dengan tujuan ingin mencapai kesuksesan namun akhirnya justru tidak dapat menikmati atau memahami realitas kesuksesan, merasa sulit untuk bersantai, serta tidak pernah merasa cukup.

Ciri-Ciri Toxic Productivity
Toxic productivity dalam diri seseorang  bisa nampak dari beberapa ciri yaitu sebagai berikut:
  1. Terobsesi untuk produktif (sibuk adalah produktif)
  2. Merasa bersalah jika berdiam diri/beristirahat
  3. Merasa tidak pernah cukup/puas.
  4. Insecure terhadap pencapaian orang lain
  5. Memprioritaskan pekerjaan/tugas dibandingkan kebutuhan dasar 
  6. Mengaitkan harga diri dengan jumlah jam dan jumlah hal/pekerjaan yang ditangani
  7. Ekspektasi yang tidak realistis dengan bekerja atau mengikuti berbagai kegiatan
  8. Tidak ada boundaries/batasan yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
  9. Muscle tension, kelelahan, dan gangguan pencernaan

Nah sekarang kita sudah tahu tentang apa itu toxic productivity dan ciri-cirinya bukan? Apakah Anda sedang mengalaminya? Jika Anda sedang merasakannya, segera atasi sebelum terjerumus lebih dalam. Konsultasikan masalah Anda kepada ahlinya via aplikasi d’Fun Station yang bisa Anda download di Playstore.

Referensi
Artikel “What Is Toxic Productivity (and How Do I Avoid It)?” ditulis oleh Dr. Therese Mascardo (psikolog) pada 14 April 2020
Dr. Julie Smith (psikolog). BBC. “What Is Toxic Productivity?”.
Kamus Besar Bahasa Indonesia Online.





konsultasi Onsite

Telepon : 085725340688
Ruko Istana Pasteur Regency Blok CRA 51 Pasteur, Sukaraja, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40175


Berikan Komentar Via Facebook

Kehidupan Dewasa Lainnya
Apakah kita Cemas Selama Pandemi Covid-19?

Apakah kita Cemas Selama Pandemi Covid-19?
Senin, 20 April 2020 23:29 WIB
Cemas merupakan perasaan takut dan khawatir yang tidak menyenangkan. Perasaan ini muncul karena seseorang menilai bahwa situasi tersebut tidak familiar
Tips menghormati perempuan yang bisa diajarkan kepada anak laki-laki sejak dini

Tips menghormati perempuan yang bisa diajarkan kepada anak laki-laki sejak dini
Rabu, 24 Juli 2019 10:11 WIB
Peran orangtua sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter dan kepribadian anak. Termasuk anak laki-laki yang perlu diajarkan menghormati anak perempuan seusianya
Apa Bentuk Bahasa Cinta Anda dan Pasangan?

image: freepik

Apa Bentuk Bahasa Cinta Anda dan Pasangan?
Kamis, 01 Oktober 2020 09:37 WIB
Cinta merupakan hal yang penting untuk dimiliki setiap individu, namun cinta juga bisa menjadi suatu hal yang membingungkan
Apa itu Feminisme?

image: freepik.com

Apa itu Feminisme?
Selasa, 02 Maret 2021 15:58 WIB
Kesetaraan gender yang diperjuangkan feminisme bukan berarti “kesamaan” yang harus dimiliki pada laki-laki dan perempuan, khususnya dalam hal fisik