Artikel
 
Semua ArtikelPerkembangan AnakDunia RemajaKehidupan DewasaKeluargaKesehatanPengetahuan Umum

Kiat Membangun Pernikahan Yang Kuat
Kiat Membangun Pernikahan Yang Kuat

Setiap pasangan pasti mendambakan hubungan pernikahan yang langgeng sampai akhir hayat. Hanya cinta saja tidak cukup sebagai modal untuk membangun pernikahan. Diperlukan pengetahuan dan usaha dari kedua belah pihak mulai dari memilih pasangan hingga bekerja sama di dalam ikatan pernikahan yang sakral tersebut. Mari kita simak langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam membina, mempertahankan, serta meningkatkan hubungan pernikahan yang kuat dan sehat.

3 kiat utama membangun hubungan pernikahan dan keluarga yang kuat:

  1. Berhati-hatilah dalam memilih calon pasangan, persiapkan pernikahan Anda dengan baik, dan setelah menikah teruslah mencari cara untuk membangun pernikahan yang lebih kuat. Usahakan selalu menyediakan waktu untuk mengobrol bersama, berbincang dengan pasangan lain yang lebih berpengalaman tentang pernikahan, mengikuti program pendidikan untuk pasangan, dan terlibat dalam konseling pranikah dengan profesional yang terampil.
  2. Lakukan hal-hal yang dapat membangun hubungan pasangan dan pernikahan menjadi lebih kuat setiap harinya. Cobalah untuk memuji pasangan minimal satu atau dua kali dalam sehari. Hal ini tidak kalah pentingnya dengan hal lain seperti makan, tidur, pergi bekerja/sekolah.
  3. Upayakan untuk membangun relasi yang kuat dengan keluarga besar (pasangan, anak, orang tua). Menikahi satu orang berarti lengkap menjadi satu dengan keluarga, budaya, dan latar belakangnya. Teruslah mencari cara untuk bergaul dengan baik bersama keluarga pasangan maupun keluarga sendiri, serta tidak mengisolasi diri dari keluarga.

Lalu bagaimana cara agar relasi pernikahan Anda dan pasangan menjadi lebih kuat dari hari ke hari? Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan : 

  • Beri satu atau dua penghargaan/pujian pada pasangan setiap harinya
  • Luangkan waktu untuk mengobrol dengan pasangan selama 5-15 menit setiap harinya
  • Luangkan waktu untuk beraktivitas hanya berdua bersama pasangan (kencan) seperti sebelum menikah, setidaknya satu kali seminggu
  • Bersikap asertif (terbuka). Sampaikan hal-hal yang Anda inginkan dengan jelas agar pasangan tidak perlu menebak-nebak
  • Saling berbagi perasaan satu sama lain dan saling mendengarkan
  • Menyelesaikan tiap masalah dalam pernikahan sesegera mungkin
  • Mengikuti seminar terkait pernikahan untuk memperkuat pernikahan. Anda dapat melakukannya satu tahun sekali.
  • Temui konselor pernikahan jika Anda tidak dapat menyelesaikan konflik pernikahan yang sedang Anda hadapi. 
Kira-kira adakah hal-hal yang sudah Anda lakukan bersama pasangan selama ini? Jika belum, tidak ada salahnya untuk mencoba tips dan trik di atas bersama pasangan agar hubungan pernikahan semakin harmonis. Jika Anda ingin berkonsultasi dengan ahlinya, jangan lupa download aplikasi d’Fun Station dan lakukan konsultasi langsung dengan ahli yang tersedia di aplikasi tersebut.
 

Referensi:

Olson, David H. (2019). Marriages and Families 9th edition. USA: Mc Graw Hill





konsultasi Onsite

Telepon : 085725340688
Ruko Istana Pasteur Regency Blok CRA 51 Pasteur, Sukaraja, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40175


Berikan Komentar Via Facebook

Kehidupan Dewasa Lainnya
Apa itu Autisme?

image: freepik.com

Apa itu Autisme?
Kamis, 01 April 2021 11:59 WIB
Autisme dikenal sebagai gangguan "spektrum" karena memiliki variasi yang luas dalam jenis dan tingkat keparahan gejala yang dialami setiap individu
Pola Asuh Sesuai Dengan Karakteristik Gen Z (part 1)

Pola Asuh Sesuai Dengan Karakteristik Gen Z (part 1)
Sabtu, 19 Oktober 2019 15:58 WIB
Perkembangan digital dan teknologi yang pesat membuat gen z mudah mencari informasi sehingga pemikiran mereka lebih terbuka. Oleh karena itu,
Toxic Productivity, Mungkinkah Sedang Kamu Alami?

freepik.com

Toxic Productivity, Mungkinkah Sedang Kamu Alami?
Senin, 17 Januari 2022 09:19 WIB
Apa sih toxic productivity itu? Perlu diketahui bahwa setiap pekerjaan yang dinilai efektif belum tentu efisien, begitupun sebaliknya.
Peran Keluarga dalam Mengatasi Emosi Anak

Peran Keluarga dalam Mengatasi Emosi Anak
Rabu, 25 September 2019 07:06 WIB
Orang tua/pengasuh dapat melakukan emotion - coaching parents untuk memonitor emosi anak. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melihat emosi