
image : Illustration by google
Alasan Dibalik Perilaku Seorang People Pleaser, Apakah Ada Pada Dirimu?
Oleh Rizka Eka Ananda Putri, S. Psi., M. Psi., Psikolog | Senin, 21 Agustus 2023 06:31 WIB | 987 Views
Disunting Oleh : Rani Maharani
Terlalu peduli adalah istilah lain untuk menyenangkan orang lain. Untuk mereka menyenangkan orang adalah tentang mencoba bersikap baik kepada semua orang sepanjang waktu. Mengatakan "ya" ketika kita ingin mengatakan "tidak". Biasanya kita berpikir bahwa kita bertanggung jawab atas kebahagiaan orang lain dan merasa memikul beban tanggung jawab untuk orang lain. Perilaku ini juga biasa disebut people pleaser. Orang yang terlalu peduli dengan orang lain dan lupa akan dirinya sendiri dapat menyebabkan perasaan marah, frustrasi, cemas, dan stres.
Jadi, apa yang membuat seseorang terlalu peduli terhadap orang lain?
- Menghindari konflik: Biasanya kamu selalu mengatakan “iya” terhadap permintaan orang lain karena kamu ingin menghindari konflik dan mencegah persilihan.
- Mudah terpengaruh karena takut akan penolakan: Kemungkinan besar kamu akan mendengarkan dan mengikuti perintah orang lain tanpa berpikir. Hal ini dikarekan kebanyakan orang takut akan penolakan, sehingga banyak yang akan berusaha keras untuk dapat menyenangkan orang lain dan tidak peduli atas kebahagiaan diri sendiri.
- Takut mengecewakan orang lain: Biasanya kamu akan berusaha menyenangkan semua orang karena tidak ingin membuat orang lain kecewa. Bahkan bisa menjadi kecewa ketika respon orang lain tidak sesuai dengan harapan. Tapi sebetulnya kamu tidak bisa menyenangkan semua orang.
- Ingin suatu balasan dari orang lain: Mungkin saja kamu melakukan yang terbaik untuk orang lain, sehingga kamu akan menerima perhatian dan orang lain akan bersikap baik kepadamu sebagai balasannya. Namun yang sering terjadi adalah tidak semua orang mampu memberikan perhatian yang sama seperti yang kita berikan. Hal ini akan membuat kamu merasa mengerahkan lebih banyak energi dan upaya daripada orang lain.
- Merasa bersalah ketika mengatakan “tidak”: Kamu begitu fokus untuk menyenangkan semua orang hingga selalu mengatakan "ya". Maka dari itu penting bagi setiap orang untuk mengetahui batasan mereka dan bagi setiap orang untuk mengetahui kapan harus berkata, "tidak".
- Harga diri (self-esteem) yang buruk: Karena kurangnya kepercayaan diri, orang-orang yang menyenangkan membutuhkan validasi eksternal, dan mereka mungkin merasa bahwa melakukan sesuatu untuk orang lain akan menghasilkan persetujuan dan penerimaan.
- Merasa tidak aman: Dalam kasus lain, orang mungkin mencoba untuk menyenangkan orang lain karena mereka khawatir orang lain tidak akan menyukai mereka jika mereka tidak melakukan yang terbaik untuk membuat mereka bahagia.
- Pengalaman masa lalu: Pengalaman yang menyakitkan atau traumatis juga dapat berperan. Orang yang pernah mengalami pelecehan, misalnya, mungkin mencoba untuk menyenangkan orang lain dan bersikap setenang mungkin agar tidak memicu perilaku kasar pada orang lain.
Kamu berhak untuk mengatakan tidak untuk sesuatu yang tidak menguntungkan untuk dan tidak terasa benar untukmu. Jangan mengkhianati diri sendiri hanya untuk kebahagiaan orang lain. Pahami kapan kamu harus mengatakan tidak dan menetapkan batasan untuk diri sendiri. Peduli terhadap orang lain baik, tapi jangan lupa untuk peduli pada diri sendiri, ya. Jika kamu masih merasa kesulitan melepaskan perilaku ini seorang diri, kamu bisa meminta bantuan kepada psikolog profesional di d’Fun Station. Buat janji dan konsultasikan masalahmu dengan aman, nyaman, dan dengan biaya terjangkau disini!
Referensi:
- Anchor Therapy. 2019. 11 Reasons Why You Are A People Pleaser. 11 Reasons Why You Are A People-Pleaser — Anchor Therapy, LLC
- Cherry.K. 2023. How to Stop People-Pleasing. 8 Ways to Stop Being a People-Pleaser (verywellmind.com)
- Villines.Z. 2023. People pleaser: What it means and how to stop.People pleaser: Definition, signs, risks, and how to stop (medicalnewstoday.com)
- Webmd. 2021. What Is a People Pleaser? What Is a People Pleaser? (webmd.com)