Artikel
 
Semua ArtikelPerkembangan AnakDunia RemajaKehidupan DewasaKeluargaKesehatanPengetahuan UmumKesehatan Mental

Tips Atasi Komunikasi yang Kurang Baik dengan Anak
image: freepik.com
Tips Atasi Komunikasi yang Kurang Baik dengan Anak

Sebagai orangtua seringkali kita bingung tentang bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan anak kita, terutama ketika anak “ngeyel” tidak mau mendengarkan maupun melakukan apa yang kita sampaikan. Bahkan tak jarang, “adu mulut”pun sampai terjadi karena anak terus menjawab (membantah) apa yang disampaikan orangtua. Kondisi tersebut tentu saja membuat Anda seringkali kesal sampai marah-marah pada anak. Oleh sebab itu, pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi yang baik dengan anak tentu sangatlah perlu untuk kita kuasai.

Teori yang dikemukakan oleh Erik Erikson tentang tahap perkembangan psikososial anak menunjukkan bahwa anak-anak ingin melakukan suatu hal secara mandiri sejak usia 2 tahun sehingga kita perlu mengetahui apa yang menjadi kebutuhan si kecil dan memberinya kesempatan untuk mencoba berbagai hal sendiri seperti makan, berpakaian, memainkan suatu permainan, memilih baju dari dua pilihan yang diberikan, dan lain sebagainya. Jika Anda khawatir bahwa anak akan menjadi kotor maupun berantakan ketika anak ingin melakukan hal-hal tersebut sendiri maka kita perlu “menutup mata” terlebih dahulu dan memberi kesempatan kepada si kecil untuk mencobanya. Hal ini akan membuat kebutuhannya tercapai sehingga anak akan merasa dihargai, lebih percaya diri, dan tidak merasa kesal ketika dilarang oleh orangtua. Saat kebutuhannya terpenuhi, anak juga akan lebih mudah untuk diajak berkomunikasi.

Meskipun demikian, ada kalanya anak tetap tidak mau mendengarkan apa yang kita sampaikan maupun melakukan suatu perilaku yang tidak sesuai dengan aturan. Tentu saja hal tersebut akan membuat kita merasa kesal. Ketika Anda sedang merasa kesal dan sulit untuk mengendalikan perasaan marah terhadap anak, maka ambil waktu sejenak untuk menenangkan diri. Setelah merasa lebih tenang, Anda dapat mengajak anak untuk membicarakan perilaku yang telah dilakukan si kecil. Ketika ingin menyampaikan hal tersebut, Anda perlu memperhatikan tatapan mata agar sejajar dengan anak (eye contact) serta gunakan pemilihan kata yang sederhana dan singkat (tidak perlu bertele-tele) sehingga dapat dipahami oleh anak dengan baik.

Ketika orangtua mengajak anak berbicara saat masih merasa marah maka akan muncul kecenderungan orangtua akan menggunakan nada bicara yang tinggi serta memukul. Ketika hal tersebut terjadi, anak biasanya hanya akan takut pada saat itu. Hal tersebut justru membuat anak akan kembali mengulangi perilaku tersebut karena ia tidak tahu hal yang seharusnya ia lakukan. Selain itu, anak malah akan cenderung kesal dengan sikap orangtuanya dan muncul kecenderungan untuk mengikuti cara mengekspresikan marah sama seperti yang ditunjukkan oleh orang tuanya.

Saat anak sudah diberitahu beberapa kali tetapi masih saja melakukan hal yang salah maka orangtua dapat memberikan hukuman  yang disesuaikan dengan kemampuan anak. Namun setelah hukuman tersebut diberikan, orangtua harus menyampaikan alasan mengapa ia dihukum dan lakukan kesepakatan melalui diskusi ketika hal tersebut terulang kembali di kemudian hari. Misalnya ketika anak merebut mainan adik tanpa minta ijin maka sang anak tidak diijinkan untuk membaca buku favoritnya di malam hari. Lakukan berbagai macam diskusi sampai anak menyetujui kesepakatan tersebut.

Secara umum, anak-anak ingin perasaan dan pemikirannya diterima dan dihargai. Ketika anak terlihat ingin menyampaikan pendapat maupun perasaannya, orangtua perlu melakukan dua hal yaitu mendengarkan dengan penuh perhatian mengenai hal yang diceritakannya sambil bertatapan muka (listening) dan mengungkapkan kembali perasaan-perasaan maupun pemikirannya tanpa adanya pertanyaan, menyalahkan, maupun nasehat pada anak (acknowledge). Alhasil komunikasi Anda dengan anak akan lancar.

Jika Anda mengalami kesulitan berkomunikasi dengan anak maupun Anda merasa bahwa anak Anda tidak pernah mendengarkan Anda, segera konsultasikan kepada ahlinya. Anda dapat melakukannya dengan cara men-download aplikasi d’Fun Station di handphone Anda dan ceritakan masalah tersebut kepada psikolog anak profesional yang ada di sana.

Referensi:
Faber, Adele & Mazlish, Elaine. 2012. How To Talk So Kids Will Listen and Listen So Kids Will Talk. New York: Scribner Book Company
Pantley, Elizabeth. 2005. Perfect Parenting: The Dictionary of 1000 Parenting Tips. USA: McGraw Hill Education





konsultasi Onsite

Telepon : 085725340688
Ruko Istana Pasteur Regency Blok CRA 51 Pasteur, Sukaraja, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40175


Berikan Komentar Via Facebook

Keluarga Lainnya
Cara  Orang Tua Mengontrol Screen Time Anak Selama School From Home?

Cara Orang Tua Mengontrol Screen Time Anak Selama School From Home?
Kamis, 30 April 2020 21:27 WIB
Dengan adanya pandemi COVID-19, kita semua dianjurkan untuk melakukan berbagai aktivitas dari rumah. Dimulai dari working from home, school from
5 Tahapan Kesedihan Setelah Kehilangan Orang Tercinta

image : freepik.com

5 Tahapan Kesedihan Setelah Kehilangan Orang Tercinta
Rabu, 27 Januari 2021 10:02 WIB
Kesedihan pasti akan kita alami ketika kita harus kehilangan orang yang kita cintai. Ketika berduka, kita mengalami berbagai macam emosi
Cara Bangkit dari Quarter Life Crisis

image : freepik.com

Cara Bangkit dari Quarter Life Crisis
Jum'at, 30 Oktober 2020 22:36 WIB
Ketika ekspektasi tidak sesuai dengan penggambaran umum di lingkungan tentang kondisi kehidupan di usia dewasa, banyak orang yang menyalahkan dirinya
Malas? Atau Kesulitan Belajar?

Malas? Atau Kesulitan Belajar?
Kamis, 14 Maret 2019 12:28 WIB
Anak yang mengalami kesulitan belajar umumnya adalah anak-anak yang memiliki kecerdasan tergolong rata-rata atau bahkan superior.