BLOG
DAN
ARTIKEL

Kenali Akibat dan Cara Pengendalian Perilaku Self Injury/Suicide
image : Illustration by google
Kenali Akibat dan Cara Pengendalian Perilaku Self Injury/Suicide
Oleh Febriani Sabatini S. A., S.Psi., M.Psi., Psikolog | Senin, 26 Desember 2022 09:55 WIB | 594 Views
Disunting Oleh : Brenda Carqua

Perilaku self injury maupun bunuh diri tentu akan memiliki akibat tersendiri yang bisa berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan. Jika self injury memiliki akibat yang lebih dominan pada diri sendiri, bunuh diri ternyata memiliki dampak yang lebih luas lagi yaitu bagi diri sendiri maupun orang lain bahkan lingkungan sekitar.

Berikut beberapa akibat yang terjadi saat menyakiti diri sendiri :

  • Kondisi fisik akan mengalami beberapa hal seperti lebam, luka, cedera, sayatan pada tubuh yang mungkin sulit atau lama sembuh
  • Terjadi infeksi pada bagian tubuh 
  • Membuat cedera pada bagian otot atau jaringan pembuluh darah, bahkan bisa menyebabkan kerusakan pada organ tertentu
  • Merasa mati rasa pada bagian tubuh tertentu
  • Merasakan emosi-emosi negatif seperti rasa bersalah, malu, harga diri yang rendah
  • Mengganggu fungsi dalam kehidupan sehari-hari, mulai fungsi akademik, sosial, dan lain sebagainya
  • Menimbulkan keinginan untuk bunuh diri

Beberapa akibat yang terjadi saat terjadi perilaku bunuh diri, yaitu :

  • Mencemarkan nama baik diri sendiri, keluarga, teman, dan sebagainya
  • Menimbulkan trauma bagi orang terdekat
  • Menimbulkan stigma masyarakat yang negatif, baik penilaian terhadap keluarga yang ditinggalkan, rekan, dan sejenisnya
  • Menurunkan nilai jual tertentu, misal terkait aset pribadi dan lainnya karena kepemilikan berkaitan dengan riwayat orang yang bunuh diri
  • Menimbulkan pemahaman yang keliru tentang cara penyelesaian masalah bagi orang lain
  • Menimbulkan masalah lainnya dalam berbagai aspek kehidupan.

Bagaimana cara membantu diri sendiri ketika muncul keinginan untuk suicide/self injury?

  • Ketika tiba-tiba terbersit pikiran yang mengarah pada perilaku untuk menyakiti diri/bunuh diri, coba lakukan hal berikut :
  • Ambil jeda 3 - 5 menit ketika muncul pikiran tersebut dan berhenti melakukan apapun.
  • Sadari bahwa ada masalah yang perlu dihadapi. Coba kenali pemicunya dan pahami apa yang sedang ada dalam pikiran Anda saat itu.
  • Sadari bahwa masalah tersebut sebenarnya dapat diselesaikan.
  • Alihkan diri pada kegiatan lain yang menyenangkan untuk dijalani saat itu, termasuk melatih nafas terlebih dahulu dan lakukan relaksasi pernafasan
  • Salurkan emosi negatif yang dimiliki secara lebih efektif, misalnya ketika Anda sedang marah, Anda bisa berteriak, menyobek tisu, mencoret-coret kertas, memukul bantal atau ketika sedih, Anda bisa menangis, mendengarkan musik, menenangkan diri dengan berjalan-jalan, melakukan me time, mencari teman curhat, dan lain sebagainya
  • Menyingkirkan benda-benda potensial yang bisa digunakan untuk menyakiti diri/bunuh diri, seperti jarum, gunting, silet, pisau, cutter, dan sebagainya
  • Memegang es batu
  • Membuat jurnal untuk menuangkan berbagai pikiran dan perasaan yang dimiliki saat itu
  • Mencari teman bicara atau berkumpul dengan orang lain atau komunitas tertentu agar memiliki kegiatan bersama orang lain (tidak sendiri)
  • Menghindari minuman beralkohol, rokok, dan zat lainnya
  • Meningkatkan pola hidup sehat, makan asupan makanan yang bergizi, serta olahraga secara teratur
  • Membuat rencana hidup dengan menetapkan tujuan, lalu membuat daftar kegiatan atau tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan
  • Menghubungi profesional ketika membutuhkan bantuan dan second opinion.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pikiran yang mengarah pada keinginan self injury atau suicide memang sulit untuk diatasi. Jika di benak Anda mulai muncul keinginan tersebut, jangan ragu untuk segera menghubungi profesional untuk mengatasinya. Salah satunya, Anda bisa langsung download aplikasi d’Fun Station di smartphone Anda dan para profesional yang ada di sana akan siap sedia untuk membantu Anda mengatasi masalah ini.

Sumber: 
Nolen, Susan & Hoeksema. (2013). Abnormal Psychology 6th Edition. USA: Mc Graw Hill Education.
Kring, A.M. & Johnson, S. L. (2012). Abnormal Psychology (12th Ed.). U.S.A: John Wiley & Sons, Inc.

Tags
#gejala depresi #faktor depresi #depresi #remaja #kesehatan mental #self injury #suicide
Bagikan Artikel
Komentar popoler
Belum ada komentar
Artikel Populer
Sikap yang Harus Dikembangkan pada Remaja
Sikap yang Harus Dikembangkan pada Remaja
50.940 Views

MANFAAT MENANYAKAN KABAR DAN VALIDASI EMOSI ANAK DI SETIAP HARINYA
MANFAAT MENANYAKAN KABAR DAN VALIDASI EMOSI ANAK DI SETIAP HARINYA
35.470 Views

Pembelajaran Pengembangan Fisik Motorik Anak (Bag. 1)
Pembelajaran Pengembangan Fisik Motorik Anak (Bag. 1)
28.368 Views

Pentingnya Kelekatan (Attachment) Antara Anak & Orang Tua
Pentingnya Kelekatan (Attachment) Antara Anak & Orang Tua
21.895 Views

Orang Tua Sebaiknya Baca Kisah tentang Ungkapan Jujur Seorang Anak ini. Kisah yang Bisa Menjadi Renungan Kita dalam Mendidik Anak
Orang Tua Sebaiknya Baca Kisah tentang Ungkapan Jujur Seorang Anak ini. Kisah yang Bisa Menjadi Renungan Kita dalam Mendidik Anak
15.007 Views

Dampak Positif Media Sosial pada Anak dan Remaja
Dampak Positif Media Sosial pada Anak dan Remaja
14.524 Views

6 Emosi Dasar Manusia
6 Emosi Dasar Manusia
14.069 Views

Peran Keluarga Mengatasi Kenakalan Remaja
Peran Keluarga Mengatasi Kenakalan Remaja
13.598 Views

Seperti Apa Feminisme di Zaman Sekarang?
Seperti Apa Feminisme di Zaman Sekarang?
13.205 Views

Shoebill, Burung yang Tak Suka Terbang dan Suka Menyendiri
Shoebill, Burung yang Tak Suka Terbang dan Suka Menyendiri
12.577 Views