
image : Illustration by google
Self Resilience: Kemampuan Menghadapi Masalah Mental dan Emosional
Oleh Rizka Eka Ananda Putri, S.Psi., M.Psi., Psikolog | Kamis, 16 November 2023 10:01 WIB | 232 Views
Disunting Oleh : Rani Maharani
Resilience adalah proses dan hasil dari keberhasilan beradaptasi terhadap pengalaman hidup yang sulit atau menantang, terutama melalui fleksibilitas mental, emosional, dan perilaku serta penyesuaian terhadap tuntutan eksternal dan internal.
Cara membangun resiliensi
Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu Anda untuk membangun resiliensi:
- Kesadaran diri: Mulailah dengan memahami cara kamu merespons stres dan kesulitan. Kenali kekuatan dan kelemahanmu dengan baik.
- Keterampilan pengaturan diri: Tetap fokus saat menghadapi stres dengan menggunakan teknik pengurangan stres seperti latihan pernapasan dan pelatihan kesadaran.
- Keterampilan mengatasi masalah: Pelajari keterampilan mengatasi masalah, seperti membuat jurnal, berolahraga, bersosialisasi, dan menggunakan saluran kreatif.
- Optimisme: Fokus pada hal yang bisa kamu lakukan dalam menghadapi tantangan. Temukan langkah-langkah positif dan pemecahan masalah.
- Perkuat koneksi: Tingkatkan hubungan sosial yang sudah ada dan cari peluang untuk membangun hubungan baru.
- Kenali kekuatanmu: Identifikasi dan manfaatkan bakat serta kekuatanmu untuk meningkatkan rasa percaya diri.
- Ubah pikiran negatif: Hadapi situasi negatif secara realistis tanpa rasa bersalah atau terlalu memikirkan hal yang tidak dapat diubah. Fokus pada hal-hal positif yang bisa kamu lakukan.
Tanda-tanda orang yang memiliki Resilience
Orang yang tangguh sering kali memiliki sejumlah karakteristik berbeda yang membantu mereka mengatasi tantangan hidup. Beberapa tanda resiliensi antara lain:
- Survivor Mentality: Ketika seseorang memiliki ketahanan, mereka tahu bahwa meskipun keadaannya sulit, mereka bisa terus maju sampai berhasil melewatinya.
- Regulasi emosi yang efektif: Ketahanan ditandai dengan kemampuan mengelola emosi saat menghadapi stres. Artinya, mereka menyadari bahwa perasaan tersebut bersifat sementara dan dapat dikelola hingga hilang.
- Merasa memegang kendali: Orang yang tangguh cenderung memiliki locus of control internal yang kuat dan merasa bahwa tindakan mereka dapat berperan dalam menentukan hasil suatu peristiwa.
- Keterampilan memecahkan masalah: Ketika masalah muncul, orang-orang yang tangguh melihat situasi secara rasional dan mencoba mencari solusi yang akan membuat perbedaan.
- Rasa sayang pada diri sendiri: Tanda lain dari ketahanan adalah menunjukkan penerimaan diri dan kasih sayang pada diri sendiri. Orang yang tangguh memperlakukan diri mereka sendiri dengan baik, terutama ketika keadaan sedang sulit.
- Dukungan sosial: Memiliki jaringan kuat yang terdiri dari orang-orang yang suportif adalah tanda lain dari ketahanan. Orang yang tangguh menyadari pentingnya dukungan dan mengetahui kapan mereka perlu meminta bantuan.
Nah, itulah penjelasan terkait resiliensi yang menjadi kunci untuk mengelola stres dan depresi. Dengan resiliensi, kamu dapat pulih lebih cepat dari kegagalan, menyesuaikan diri dengan perubahan, dan mengatasi kesulitan. Jika kamu mau berkonsultasi lebih lanjut dengan psikolog, Pusat Pelayanan Psikologi Klinis d’Fun Station Bandung adalah pilihan yang tepat buatmu untuk membangun resiliensi dan kesehatan mental. Buat janji dengan mudah sekarang!
Referensi:
- American Psychological Association. Resilience. Diakses 25 Oktober 2023. Resilience (apa.org)
- Hurley, K. 2022. What Is Resilience? Your Guide to Facing Life’s Challenges, Adversities, and Crises. Diakses 25 Oktober 2023. What Is Resilience? Definition, Types, Building Resiliency, Benefits, and Resources (everydayhealth.com)
- Cherry, K. 2023. How Resilience Helps You Cope With Life's Challenges. Diakses 25 Oktober 2023. Resilience: Meaning, Types, Causes, and How to Develop It (verywellmind.com)