

Siapa sih yang nggak pernah googling gejala aneh yang dirasakan? Dari mulai sakit kepala sampai susah tidur, semuanya kita cari tahu di internet. Pas lagi scrolling Instagram atau media sosial yang lain nemu postingan tentang tanda-tanda depresi? Terus, kamu mulai deh ngecek satu per satu, "Eh, kok kayaknya gue juga gitu ya?" Tenang aja, itu wajar banget. Tapi, pernah nggak sih kamu merasa kayak semakin bingung setelah baca-baca? Itu artinya, kamu mungkin lagi jadi korban self-diagnosis.
Kita kenalan dulu sama self diagnosis itu apa sih? Self diagnosis adalah upaya mendiagnosa diri dengan informasi yang didapat secara mandiri berdasarkan sumber yang tidak resmi atau profesional seperti teman, keluarga, internet, maupun dengan mengambil pengalaman dari masa lalu. Apalagi diera digital ini gejala-gejala yang lebih detail dapat diakses dengan mudah sehingga meningkatkan perilaku self diagnosis. Padahal jadi detektif kesehatan mental itu bukan keahlian kita, kan? Yuk, kita cari tahu apa aja sih yang bisa dilakukan untuk mengatasi self diagnosis diera digital sekarang.
1. Membatasi waktu penggunaan media sosial
Individu yang menghabiskan lebih dari 2 jam setiap harinya untuk mengakses situs jejaring sosial memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap masalah kesehatan mental. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memengaruhi penurunan kesehatan mental seseorang. Hal ini juga berlaku bagi orang yang sering cocokologi sama apa yang ditemuin mereka dimedia social terutama masalah kesehatan mental
2. Berinteraksi/bersosialisasi dilingkungan sekitar
Berinteraksi secara langsung dengan orang lain dapat menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengatasi gangguan mental. Melalui interaksi sosial, seseorang dapat merasa didengar, dipahami, dan didukung oleh orang lain dalam menghadapi masalah kesehatan mental.
3. Melakukan hal-hal produktif
Melalui aktivitas ini seseorang dapat merasa lebih berdaya dan memiliki control yang lebih besar atas hidup mereka, yang pada gilirannya dapat membantu meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup secara keseluruhan.
4. Konsultasi
Konsultasi ke psikolog atau psikiater merupakan langkah penting dalam mengatasi gangguan mental yang disebabkan oleh penggunaan media sosial. Psikolog dan psikiater adalah profesional kesehatan mental yang terlatih untuk membantu individu mengatasi berbagai masalah psikologis dan emosional.
Itulah beberapa cara untuk mengatasi self-diagnosis diera digital, Semoga bisa membantu kalian semua yang sering cocokologi masalah kesehatan fisik maupun mental. Jangan biarkan self-diagnosis merusak mu yaa! Ambil kendali atas hidupmu dengan mencari bantuan profesional. Dengan bantuan psikolog, kamu bisa menemukan solusi yang tepat untuk masalah kesehatan mentalmu. Jangan ragu untuk ngobrol santai dengan ahlinya di d'Fun Station!"
Sumber:









