

Pernah nggak, tiba-tiba kamu sedang melakukan sesuatu, lalu teringat kejadian memalukan yang sudah terjadi bertahun-tahun lalu? Padahal kejadiannya mungkin cuma berlangsung beberapa detik, tapi entah kenapa masih teringat sampai sekarang.
Ternyata, ada alasan psikologis di balik hal tersebut.
Otak Lebih Mengingat Hal yang Negatif
Salah satu alasannya adalah negativity bias, yaitu kecenderungan kita untuk lebih memperhatikan pengalaman yang negatif dibandingkan pengalaman yang biasa atau positif.
Pengalaman yang membuat kita malu dapat dianggap sebagai sesuatu yang penting oleh otak, terutama karena berkaitan dengan penilaian dan penerimaan sosial. Dengan mengingatnya, otak seperti belajar agar kita lebih berhati-hati dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Emosi Membuat Memori Lebih Melekat
Rasa malu biasanya tidak datang sendirian. Kita bisa merasa cemas, tidak nyaman, menyesal, atau takut dinilai orang lain.
Emosi yang kuat dapat membuat suatu pengalaman lebih menonjol dalam ingatan. Amigdala berperan dalam memproses emosi, sementara hipokampus berperan penting dalam pembentukan dan pengambilan kembali memori.
Itulah mengapa kejadian yang sebenarnya sederhana bisa terasa sangat membekas ketika disertai emosi yang kuat.
Kenapa Tiba-Tiba Ingat Lagi?
Memori lama bisa muncul kembali karena adanya pemicu atau cue. Misalnya, kita mendengar kalimat tertentu, melihat tempat yang sama, atau mengalami situasi yang mirip dengan kejadian sebelumnya.
Selain itu, semakin sering kita memikirkan suatu kejadian, semakin mudah perhatian kita kembali tertuju pada pengalaman tersebut. Namun, mengingatnya berulang kali tidak berarti ingatan kita menjadi semakin akurat, karena memori manusia juga dapat berubah setiap kali diingat kembali.
Suasana Hati Juga Bisa Berpengaruh
Dalam psikologi ada konsep mood-state dependent memory, yaitu kecenderungan seseorang lebih mudah mengingat pengalaman ketika suasana hatinya mirip dengan saat pengalaman tersebut terjadi.
Jadi, ketika sedang merasa cemas atau tidak percaya diri, pengalaman masa lalu yang memiliki emosi serupa bisa lebih mudah muncul kembali.
Jadi, Apakah Ini Hal yang Buruk?
Belum tentu. Mengingat pengalaman memalukan sebenarnya bisa membantu kita belajar dan menjadi lebih sadar terhadap perilaku kita.
Yang penting, jangan sampai kita terus menyalahkan diri sendiri karena kejadian tersebut.
Mengingat momen memalukan bukan berarti kita gagal move on. Bisa jadi, itu hanya cara otak mengingat pengalaman yang dianggap penting dan membantu kita belajar darinya.
Kita pernah melakukan kesalahan, kita sudah belajar, dan kita tetap bisa melanjutkan hidup.
Setiap orang punya cerita, tantangan, dan prosesnya masing-masing. Memahami diri dan kondisi psikologis adalah salah satu langkah untuk menjalani proses tersebut dengan lebih baik. Tidak harus menunggu sampai semuanya terasa berat untuk mulai mencari dukungan.
D’Fun Station hadir sebagai ruang untuk tumbuh, memahami diri, dan menemukan langkah yang lebih baik bersama. Yuk jadwalkan sesimu sekarang!
Daftar Pustaka
Martiningrum, R. (2025, 11 24). Kenapa Ingatan Memalukan Melekat Kuat?
Martono, & Hastjarjo, D. (n.d.). PENGARUH EMOSI TERHADAP MEMORI. Buletin Psikologi.









