

Mungkin terdengar seperti merasa diri lebih unggul dari orang lain, haus akan pujian, dan sulit berempati mukadar sifat seseorang. Namun, ketika pola tersebut muncul secara berlebihan dan menetap, hal ini dapat berkaitan dengan kondisi psikologis yang disebut Narcissistic Personality Disorder (NPD). NPD ditandai dengan rasa penting diri yang berlebihan, kebutuhan akan kekaguman, serta rendahnya empati terhadap orang lain. Lalu, seperti apa sebenarnya NPD dan bagaimana cara mengenalinya?
Pengertian NPD
Narcissistic Personality Disorder (NPD) merupakan gangguan kepribadian yang ditandai dengan rasa penting diri yang berlebihan, kebutuhan akan kekaguman, dan kurangnya empati terhadap orang lain (Oldale, 2020). Kondisi ini dapat membuat individu kesulitan mempertahankan hubungan karena cenderung menganggap dirinya paling benar dan kurang menyadari ketidaknyamanan yang dirasakan orang lain.
Ciri-ciri
Ciri-ciri NPD dapat diingat melalui akronim SPECIAL ME, yaitu Sense of self-importance (merasa diri sangat penting), Preoccupation with power, beauty, or success (terobsesi pada kekuasaan, kecantikan, atau kesuksesan), Entitled (merasa berhak), Can only be around important people (hanya ingin berada di sekitar orang penting), Interpersonally exploitative for their gain (memanfaatkan orang lain untuk keuntungan pribadi), Arrogant (sombong), Lack empathy (kurang empati), Must be admired (harus dikagumi), serta Envious of others atau merasa orang lain iri kepadanya (Zuriati et al., 2024).
Penyebab
NPD tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Beberapa faktor yang dikaitkan dengan terbentuknya NPD meliputi genetik, komponen neurobiologis, pola pengasuhan, serta dinamika sosial dan budaya (Oldale, 2020). Di sisi lain, pola pengasuhan juga berperan. Pengasuhan yang dingin, menolak, otoriter, terlalu memanjakan, kurang memberikan kehangatan, maupun memberikan penilaian berlebihan terhadap anak dapat berkaitan dengan perkembangan karakteristik narsistik/
Dampak
NPD dapat memberikan dampak pada individu maupun lingkungan di sekitarnya. Dalam hubungan interpersonal, individu dengan NPD dapat mengalami kesulitan mempertahankan hubungan. Hubungan yang awalnya menarik dan penuh optimisme dapat berakhir dengan kegagalan, sementara orang yang berada dalam hubungan tersebut dapat mengalami kerusakan harga diri yang berkepanjangan (Oldale, 2020). Pada lingkup yang lebih luas, karakteristik narsistik juga dapat memengaruhi lingkungan kerja, kepemimpinan, organisasi, hingga kehidupan sosial dan politik.
Kesimpulan
NPD bukan sekadar perilaku percaya diri atau keinginan untuk mendapatkan pujian, tetapi merupakan pola kepribadian yang berkaitan dengan rasa penting diri yang berlebihan, kebutuhan akan kekaguman, dan kurangnya empati. Faktor biologis, pengasuhan, serta lingkungan sosial dan budaya dapat berperan dalam perkembangannya. Karena dampaknya dapat meluas dari diri sendiri hingga hubungan dan lingkungan sosial, pemahaman mengenai NPD penting untuk meningkatkan kesadaran dan mencegah munculnya dampak yang lebih luas
Jika kamu ingin memahami kondisi diri atau menghadapi masalah psikologis yang mengganggu keseharian, konsultasikan bersama psikolog di d’Fun Station, Pusat Pelayanan Psikologi terpercaya di Bandung.
Reference
-Oldale, B. (2020). Narcissistic Personality Disorder: The Good, The Bad and the Ugly. Journal of Integrated Studies, 12(1), 1-35.
-Zuriarti, D., Asril, L. Z., & Mahawangsa, A. C. (2024). The Depiction of Narcissistic Personality Disorder of Elizabeth Halsey as Found in" Bad Teacher" Movie. Enlighted Journal, 1(2), 87-98.
Memahami diri dan pola perilaku merupakan laangkah awal untuk menjaga kesehatan mental. Jika kamu merasa membutuhkan ruang untuk bercerita dan memahami diri lebih dalam, Layanan Psikologi D’fun Station siap menjadi ruang aman untuk mendapatkan pendampingan psikologis yang sesuai dengan kebutuhanmu.









