Artikel
 
Semua ArtikelPerkembangan AnakDunia RemajaKehidupan DewasaKeluargaKesehatanPengetahuan Umum

Sleepwalking, Berbahayakah?
image: freepik
Sleepwalking, Berbahayakah?

“Dok saya bingung, setiap malam jelas-jelas saya tidur di kasur di dalam kamar tidur. Namun setiap pagi saat saya bangun, kok saya ada di sofa ya?” tanya salah seorang pasien saat berobat ke poliklinik. Membingungkan bukan? Bagaimana caranya orang yang jelas-jelas merasa tidur semalaman di kasur bisa terbangun di sofa tanpa dia sadari. Kejadian ini dapat kita sebut sebagai sleepwalking atau yang biasa kita kenal sebagai penyakit tidur berjalan. Dalam dunia medis, sleepwalking atau somnambulism merupakan salah satu dari tipe parasomnia.

Apa itu Parasomnia?
            Parasomnia adalah suatu perilaku abnormal yang dialami saat tidur. Saat seseorang mengalami sleepwalking, orang tersebut mengalami gangguan perilaku saat tidur dimana terdapat perbedaan tipis antara kondisi tidur dan bangun. Kelainan ini terjadi saat seseorang sudah masuk ke dalam fase tidur yang dalam atau fase tidur non-REM.

Fase Tidur
Lho, memang tidur ada fasenya? Tentu saja ada. Fase tidur terbagi menjadi beberapa tahap. Untuk mengkategorikan kita ada di fase mana saat tidur memang membutuhkan beberapa macam pemeriksaan. Ada 3 jenis pemeriksaan standar yang dapat dilakukan, yaitu :
  1. Electroencephalogram (EEG) untuk merekam aktivitas otak dalam bentuk gelombang
  2. Electrooculogram (EOG) untuk pergerakan mata
  3. Electromyogram (EMG) untuk memastikan aktivitas otot lewat sensor yang di pasang di dagu.

Tidur sendiri terbagi ke dalam 2 fase yaitu fase rapid eye movement (REM) dan non-rapid eye movement (NREM). Seseorang yang mulai tidur akan memasuki fase NREM. Fase NREM sendiri terbagi menjadi 4 tahap. Pada tahap 1, pikiran mulai melayang dan kemampuan untuk merespon stimulus dari luar mulai berkurang. Lama kelamaan aktivitas otot mulai berkurang, sampai akhirnya tiba pada tahap tidur yang dalam yaitu pada tahap 3 dan 4.

Setelah melalui fase NREM,  selanjutnya orang yang tidur akan masuk ke dalam fase REM dimana mimpi mulai terjadi. Seseorang yang berada dalam fase REM dapat lebih mudah dibangunkan daripada orang yang berada dalam fase NREM. Siklus tidur ini terjadi dalam kurun waktu kurang lebih 90 menit pada orang dewasa.

Kategori Gangguan Tidur
            Setelah kita tahu beberapa tahap dalam proses tidur, maka sekarang kita bisa membahas gangguan tidur. Gangguan tidur sebenarnya terbagi menjadi 2 kategori, yaitu:
  1. Dissomnia yaitu tidur yang berlebihan atau sulit memulai tidur atau mempertahankan tidur. Termasuk di dalamnya ada insomnia, narkolepsi, dan lainnya.
  2. Parasomnia, dimana terjadi kelainan sikap saat tidur yang melibatkan kegiatan otot-otot rangka.

Somnambulism atau sleepwalking ini sendiri termasuk dalam parasomnia dimana saat terjadi terlihat adanya aktivitas motorik seperti berjalan, menyetir atau bahkan kegiatan yang mencelakakan. Sleepwalking lebih banyak terjadi pada anak dibandingkan orang dewasa serta lebih banyak terjadi pada laki-laki dengan rentang usia antara 7-15 tahun. Namun untuk sleepwalking yang melibatkan kegiatan berbahaya lebih banyak terjadi pada rentang usia yang lebih dewasa. Sleepwalking dapat terjadi dalam hitungan menit sampai jam, dari 1 malam selama sebulan sampai beberapa malam dalam seminggu. Biasanya sleepwalking terjadi di 3-4 jam awal setelah pasien tertidur.
           
Saat sleepwalking terjadi, pasien terlihat bangun tapi tidak responsif. Meski dalam keadaan bangun, sensorisnya tidak dalam keadaan baik sehingga orang tersebut tidak mengenal bau, suara, maupun rasa nyeri. Kondisi mata pun memperlihatkan adanya gerakan turun naik yang menyebabkan ekspresi datar. Kondisi memori juga tidak merekam kejadian saat sleepwalking terjadi sehingga ia tidak sadar jika hal itu terjadi ketika dia sudah bangun dalam keadaan sadar. Jadi, sangat memungkinkan saat dia sedang dalam keadaan sleepwalking namun tiba-tiba terbangun maka dia akan merasa kebingungan.

 Beberapa faktor penyebab terjadinya sleepwalking di antaranya adalah adanya riwayat penyakit keluarga, konsumsi alkohol, tingkat stress tinggi, serta keterlibatan masa lalu atau riwayat penyakit dahulu.

Dengan mengetahui apa yang terjadi saat seseorang mengalami kondisi sleepwalking, apakah dapat disimpulkan bahwa sleepwaking ini berbahaya? Tentunya jelas iya. Namun bukan hal yang mustahil bagi kita untuk mengobati maupun mencegahnya. Penanganan sleepwalking disesuaikan dengan usia pasien, seberapa sering, dan seberapa parah sleepwalking terjadi. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain dengan mengurangi hal yang dapat membahayakan, seperti keberadaan benda-benda yang tajam di sekitar pasien saat tidur, menangani penyebab dasarnya, mengantisipasi terbangunnya pasien di malam hari, memperbaiki pola tidur bersih, melakukan Congenital Behavioral Therapy (CBT), serta pemberian obat-obatan.

Anda tidak perlu khawatir jika Anda mengalami hal yang serupa dengan pasien yang bertanya-tanya tadi. Bisa saja sebetulnya ada oknum yang sengaja menjahili Anda. Namun jika Anda merasakan adanya kejanggalan, jangan ragu untuk menemui profesional ya!

REFERENSI
Eric suni. 2020. Sleepwalking. https://www.sleepfoundation.org/parasomnias/sleepwalking Disunting : 14 Juli 2021
Popat S, Winslade W. 2015. While You Were Sleepwalking: Science and Neurobiology of Sleep Disorders & the Enigma of Legal Responsibility of Violence During Parasomnia. Neuroethics.  8(2): 203–214. doi: 10.1007/s12152-015-9229-4





konsultasi Onsite

Telepon : 085725340688
Ruko Istana Pasteur Regency Blok CRA 51 Pasteur, Sukaraja, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40175


Berikan Komentar Via Facebook

Kesehatan Lainnya
Seperti Apa Pubertas pada Anak?

Seperti Apa Pubertas pada Anak?
Senin, 14 September 2020 14:26 WIB
Pubertas terjadi akibat adanya pelepasan hormon yang dikendalikan oleh interaksi dari hipotalamus, kelenjar pituitary, dan gonad
CERITA RAKYAT BANDUNG : ASAL USUL NAMA BANDUNG

CERITA RAKYAT BANDUNG : ASAL USUL NAMA BANDUNG
Sabtu, 03 Agustus 2019 14:17 WIB
Bandung adalah ibukota Provinsi Jawa Barat. Mengapa dinamakan kota Bandung? Ada beberapa pendapat mengenai asal usul nama tersebut.
Say No To Bullying

Say No To Bullying
Sabtu, 13 April 2019 12:10 WIB
Bullying seringkali terlihat sebagai bentuk-bentuk perilaku berupa pemaksaan atau usaha menyakiti secara fisik maupun psikologis terhadap seseorang atau kelompok yang
Menerapkan Kedisiplinan pada Anak

Menerapkan Kedisiplinan pada Anak
Jum'at, 01 November 2019 11:24 WIB
Dalam menerapkan pola asuh kepada anak terdapat dua hal yang harus diperhatikan oleh orang tua yaitu memberikan kasih sayang dan