Artikel
 
Semua ArtikelPerkembangan AnakDunia RemajaKehidupan DewasaKeluargaKesehatanPengetahuan Umum

Apa Beda Baby Blues dan Post Partum Depression?
google.com
Apa Beda Baby Blues dan Post Partum Depression?

Melahirkan, memiliki anak, dan menjadi seorang ibu merupakan keadaan yang membawa perubahan besar, baik secara fisik, psikologis, emosional dan sosial bagi seorang wanita sehingga kebanyakan ibu (terutama ibu baru) mengalami Baby Blues. Jika tidak segera ditangani, keadaan ini akan berlanjut menjadi Postpartum Depression. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Baby Blues berbeda dengan Postpartum Depression. Postpartum Depression merupakan gangguan yang lebih serius daripada Baby Blues. Yuk kita sama-sama lihat lebih rinci perbedaan antara Baby Blues dan Postpartum Depression!

Baby Blues
Sekitar 70% ibu baru memiliki gejala Baby Blues. Puncak dari Baby Blues umumnya terjadi pada 2 sampai 5 hari setelah melahirkan yang ditandai dengan kesedihan, mood yang labil, mudah tersinggung, dan kegelisahan. Kondisi ini tidak bertahan lama dan hanya bersifat sementara. Baby Blues biasanya mulai mereda dalam 2 minggu. Apabila tidak mereda maka akan berlanjut menjadi Postpartum Depression.

Postpartum Depression
Postpartum Depression didefinisikan sebagai depresi yang terjadi dalam 4 minggu, 3 bulan, 6 bulan, atau hingga 12 bulan setelah melahirkan. Adapun gejala Postpartum Depression di antaranya: 
  • Perasaan sedih dan menangis terus menerus 
  • Sensitif atau mudah tersinggung
  • Kehilangan minat dan kegembiraan pada seluruh atau hampir seluruh aktivitas
  • Terdapat penurunan atau peningkatan berat badan yang signifikan
  • Penurunan atau peningkatan nafsu makan
  • Sulit tidur atau tidur berlebihan hampir setiap hari 
  • Gelisah 
  • Kelelahan atau kehilangan energi hampir setiap hari
  • Perasaan tidak berguna atau perasaan bersalah 
  • Berkurangnya kemampuan berpikir/konsentrasi atau kesulitan membuat keputusan  
  • Adanya pikiran berulang tentang kematian atau ide bunuh diri
               
Jadi, perbedaan keduanya terletak pada frekuensi, intensitas, serta durasi berlangsungnya gejala- gejala yang muncul. Maka dari itu, ibu harus tahu gejala apa saja yang muncul dan sudah bertahan berapa lama. 

Bagaimana dampaknya?
Postpartum Depression memberikan dampak buruk bukan hanya kepada sosok ibu, tetapi juga kepada anak dan anggota keluarga lainnya. Minat dan ketertarikan ibu terhadap bayinya menjadi berkurang dan tidak mampu merawat bayinya secara optimal sehingga bayi menjadi terabaikan. Jika hal ini terus berlanjut, akibatnya kesehatan dan kebersihan bayinya pun menjadi tidak optimal. Ada juga kemungkinan bahwa Ibu akan melakukan tindakan yang kasar terhadap bayinya, seperti menyentak, memukul, bahkan bisa sampai membunuh bayinya. 

Bagaimana penanganannya?
Penanganan yang dapat dilakukan untuk penderita Postpartum Depression adalah dengan obat-obatan antidepresan (jika dibutuhkan), psikoterapi, serta dukungan dari keluarga, terutama suami. Untuk mendapatkan penangananan yang tepat, jika mengalami tanda-tanda gejala seperti yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera meminta bantuan profesional yakni psikolog dan psikiater. Sebagai alternatif pilihan bantuan, Anda juga bisa men-download aplikasi d’Fun Station di smartphone Anda dan berkonsultasi dengan profesional yang ada disana.

Referensi: 
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder Edition (DSM-V). Washington : American Psychiatric Publishing.
Hanley, J. (2009). Perinatal Mental Health: A Guide for Health Professionals and Users (1st ed). West Sussex: John Wiley & Sons, Ltd.
Stewart, D.E. and Vigod, S. (2016) Postpartum Depression. The New England Journal      of Medicine, 375, 2177-2186.





konsultasi Onsite

Telepon : 085725340688
Ruko Istana Pasteur Regency Blok CRA 51 Pasteur, Sukaraja, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40175


Berikan Komentar Via Facebook

Kesehatan Lainnya
Hypnoteaching Agar Murid Tidak Kesulitan Belajar

google.com

Hypnoteaching Agar Murid Tidak Kesulitan Belajar
Senin, 11 Juli 2022 10:12 WIB
Apakah Anda pernah mendengar atau mengetahui tentang hypnoteaching?
Cara Bangkit dari Quarter Life Crisis

image : freepik.com

Cara Bangkit dari Quarter Life Crisis
Jum'at, 30 Oktober 2020 22:36 WIB
Ketika ekspektasi tidak sesuai dengan penggambaran umum di lingkungan tentang kondisi kehidupan di usia dewasa, banyak orang yang menyalahkan dirinya
Masalah Umum Remaja dari Sudut Pandang Psikologi

Masalah Umum Remaja dari Sudut Pandang Psikologi
Sabtu, 04 Januari 2020 12:47 WIB
Periode remaja yang merupakan periode transisi sebelum masuk ke fase dewasa membuat mereka harus menyesuaikan diri terhadap berbagai tuntutan lingkungan
Kenali 7 Ketakutan Umum Yang Bisa Dialami Anak

Kenali 7 Ketakutan Umum Yang Bisa Dialami Anak
Senin, 23 April 2018 11:41 WIB
Perasaan anak masih sangat sensitif untuk itulah mereka masih membutuhkan perhatian dari para orangtuanya. Selain ibu dan ayahnya, orang diluar