Artikel
 
Semua ArtikelPerkembangan AnakDunia RemajaKehidupan DewasaKeluargaKesehatanPengetahuan Umum

Apakah Seorang Ayah Bisa Mengalami Post Partum Depression?
google.com
Apakah Seorang Ayah Bisa Mengalami Post Partum Depression?

Biasanya ibu yang baru melahirkan berpotensi untuk mengalami Postpartum Depression. Namun tahukah Anda bahwa ternyata seorang ayah juga dapat mengalaminya? Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Paulson yang diterbitkan pada tahun 2010 dalam Journal of American Medical Association, 10% atau 1 dari 10 orang laki-laki di seluruh dunia mengalami Postpartum Depression. Studi ini juga melaporkan bahwa Postpartum Depression yang terjadi pada laki-laki lebih tinggi ditemukan pada 3 hingga 6 bulan pasca persalinan.
 
Mengapa ayah bisa mengalami Postpartum Depression?
Ada banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan seorang ayah mengalami Postpartum Depression, salah satunya adalah perubahan hormon. Menurut sebuah artikel review yang ditulis oleh Kim dan Swain, seorang ayah dapat mengalami perubahan hormonal selama beberapa bulan setelah kelahiran bayi. Adanya penurunan kadar testosteron secara langsung berkaitan dengan gejala depresi pada ayah. Testosteron diyakini sebagai cara tubuh laki-laki untuk menurunkan agresi dan meningkatkan respons simpatik terhadap bayi mereka yang menangis.
Ketika kadar testosteron turun, hal itu akan berdampak pada suasana hati, tidur, nafsu makan, dan motivasi. Sedangkan kadar estrogen, prolaktin, vasopresin, dan/atau kortisol yang rendah dapat membantu seorang ayah memiliki ikatan yang lebih kuat dengan bayinya. Perubahan hormonal ini dapat mempengaruhi ayah untuk mengalami Postpartum Depression. Bahkan hal ini juga memperburuk gejala yang ada terkait dengan Postpartum Depression karena perubahan hormon sangat berkontribusi terhadap mood depresi pada ayah.
Selain perubahan hormon, ada beberapa faktor non-hormonal yang dapat menyebabkan ayah mengalami Postpartum Depression. Beberapa faktor yang dimaksud seperti adanya riwayat depresi sebelumnya, perselisihan perkawinan, kemiskinan, depresi ibu, dan kehamilan yang tidak diinginkan. Selain itu, pemicu lainnya juga dapat berupa stres berlebihan karena menjadi orang tua, kurangnya dukungan sosial untuk mengasuh anak, dan merasa terkucilkan dari ikatan ibu-bayi (akibat dari ibu yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan bayinya) sehingga merasa kurang diperhatikan.

Bagaimana dampaknya?
Postpartum Depression pada ayah dapat berdampak negatif bagi keluarga. Dilansir Healthy Children dari American Academy of Pediatrics, ayah yang mengalami depresi akan cenderung memukul anak dan tidak akan melakukan interaksi positif, seperti menyanyikan lagu, bermain game, ataupun membacakan buku kepada anak mereka. Hal tersebut tentu akan berdampak negatif bagi pertumbuhan anak. Seiring bertambah dewasa, anak akan cenderung mengalami masalah dalam emosi dan perilaku. Tak hanya itu, depresi yang terjadi pada ayah juga dapat membawa banyak masalah pada hubungan pernikahan dan menyebabkan istri menjadi lebih rentan mengalami depresi. Dampak lainnya yaitu dapat mengakibatkan terjadinya perilaku kekerasan pada pasangannya. Oleh karena itu, masalah Postpartum Depression yang terjadi pada ayah ini harus segera ditangani.
 
Lalu bagaimana dengan gejalanya? Apakah sama dengan Postpartum Depression yang dialami ibu?
Gejala Postpartum Depression yang muncul pada ayah serupa dengan gejala yang muncul pada ibu. Perawatan atau penanganannya pun tidak jauh berbeda dengan ibu yang mengalami Postpartum Depression. Penanganan yang bisa diberikan adalah dukungan dari pasangan, program pendidikan untuk ayah, kebijakan cuti berbayar untuk ayah, serta pertimbangan perawatan psikiatri yang dapat membantu ayah mengatasi pengalaman stres selama periode Postpartum.

Apakah Anda sebagai ayah atau kenalan Anda mengalami gejala yang mengarah pada Postpartum Depression? Jika Anda mengalaminya, Anda harus segera konsultasikan masalah ini terhadap profesional agar tidak semakin memburuk. Anda bisa download aplikasi d’Fun Station di smartphone Anda dan konsultasikan kepada ahli yang tersedia.
Referensi:
Cikita, Ruth. (2021) . “Mengenal Postpartum Depression yang Ternyata Bisa Dialami Laki-laki”. https://www.idntimes.com/health/medical/ruth-cikita-octaviani-simarmata/postpartum-depression-pada-pria-c1c2/5.
Kim, P., & Swain, J. E. (2007). Sad dads: paternal postpartum depression. Psychiatry (Edgmont (Pa. : Township)), 4(2), 35–47.
Paulson JF, Bazemore SD. (2010). Prenatal and Postpartum Depression in Fathers and Its Association With Maternal Depression: A Meta-analysis. JAMA. 2010;303(19):1961–1969. doi:10.1001/jama.2010.6
Scarff J. R. (2019). Postpartum Depression in Men. Innovations in clinical neuroscience, 16(5-6), 11–14.
 





konsultasi Onsite

Telepon : 085725340688
Ruko Istana Pasteur Regency Blok CRA 51 Pasteur, Sukaraja, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40175


Berikan Komentar Via Facebook

Kesehatan Lainnya
Atasi Toxic Productivity yang Menyerang Dirimu

image : freepik.com

Atasi Toxic Productivity yang Menyerang Dirimu
Rabu, 09 Februari 2022 13:50 WIB
Tanpa kita sadari, mungkin saja diri kita saat ini sedang mengalami Toxic Productivity
Membangun Obrolan Menarik Bersama Pasangan

image : freepik.com

Membangun Obrolan Menarik Bersama Pasangan
Rabu, 24 Juni 2020 10:05 WIB
Hubungan yang sehat dengan pasangan tentu akan membuat relasi romantis yang menyenangkan dan mempengaruhi well-being kita
Sleepwalking, Berbahayakah?

image: freepik

Sleepwalking, Berbahayakah?
Selasa, 28 September 2021 14:41 WIB
Parasomnia adalah suatu perilaku abnormal yang dialami saat tidur
Apakah Anak Bisa Masuk Penjara?

image: freepik

Apakah Anak Bisa Masuk Penjara?
Senin, 30 Agustus 2021 10:29 WIB
Apakah seorang anak dapat dipenjara? berdasarkan ketentuan yang ada, anak yang dapat diproses menurut hukum pidana