Kisah dan Cerita
 
Semua BlogPengetahuan AnakDunia AnakKesehatan AnakPola Asuh AnakKisah dan CeritaPsikologiEdukasiUmum

Pasangan Tiba-tiba Hilang? Bisa Jadi Dia Ghosting
image: freepik.com
Pasangan Tiba-tiba Hilang? Bisa Jadi Dia Ghosting

Pernahkah Anda sedang berada dalam hubungan romantis dengan seseorang lalu tiba-tiba orang tersebut tidak membalas pesan teks Anda? Padahal hubungan kalian baik-baik saja tapi si dia malah menghilang tidak membalas chat Anda lagi. Hal tersebut bisa disebut dengan ghosting lho.

Ghosting terjadi ketika teman atau teman kencan Anda tiba-tiba menghilang dari media percakapan yang biasa kalian lakukan tanpa adanya sama sekali penjelasan.
Kira-kira apa yang menyebabkan seseorang memilih untuk menghilang begitu saja dalam memutuskan hubungannya dengan seseorang? Padahal mereka bisa memilih untuk mengakhiri hubungan dengan mendiskusikannya secara baik-baik. Anda sendiri mungkin tidak pernah tahu secara pasti mengapa Anda bisa dighosting.

Penyebab Ghosting
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Koessler (2018) hubungan yang terputus melalui ghosting biasanya terjadi pada jalinan hubungan yang baru sebentar dan dicirikan oleh komitmen yang sangat rendah, sehingga bisa dipastikan bahwa ghosting terjadi karena belum adanya komitmen dan keintiman yang berkembang dengan kuat.

Orang yang memutuskan hubungan dengan cara ghosting biasanya memiliki tipe kepribadian avoidant. Dia enggan untuk menjadi sangat dekat dengan orang lain karena masalah kepercayaan dan ketergantungan, sehingga seringkali memilih untuk mengakhiri hubungan secara sepihak dengan cara ghosting. Orang tersebut cenderung ragu untuk membangun hubungan ataupun memilih untuk menghindari kedekatan dengan orang lain. Hal tersebut terjadi karena penolakan orang tua yang sering mereka alami.
Selain itu, biasanya orang yang melakukan ghosting pernah juga mengalami ghosting yang dilakukan oleh orang lain. Mereka sebenarnya tahu bagaimana rasanya suatu hubungan yang sedang dibangun, tiba-tiba berakhir tanpa adanya penjelasan. Sehingga bisa dikatakan bahwa mereka kurang dapat menunjukkan empati terhadap orang lain, dan mungkin atau tidak mungkin juga mereka mengalami rasa bersalah atas perilaku mereka dalam melakukan ghosting.

Ghosting bisa dibilang menyakitkan. Hal tersebut karena Anda tiba-tiba ditinggal begitu saja tanpa adanya alasan apapun, tidak tahu apakah hubungan tersebut bisa dilanjutkan atau tidak, dan sering kali adanya berbagai macam emosi yang dirasakan.

Move On dari Ghosting
Berdasarkan saran dari Gwendolyn Seidman, Ph.D., Asosiasi Professor Psikologi dan Ketua Departemen Psikologi di Albright College, Pennsylvania yang dikutip dari Psycom “Hindari hal-hal yang membuat Anda ingat kepada mantan Anda”. “Mereka akan cenderung mendatangkan emosi yang menyakitkan, dan tidak akan membantu kondisi emosional Anda ataupun menjadi tahu alasan mengapa dia tiba-tiba meninggalkan Anda”.

Berhenti melihat chat lama, foto-foto lama, postingan sosial media miliknya, dan semua yang membuat Anda teringat oleh si dia. Hadapi semua yang sudah terjadi dan carilah kegiatan baru untuk tidak mengingatnya lagi. Hal yang paling penting untuk diketahui adalah semua yang terjadi bukanlah kesalahan Anda.
Dengan kata lain, cobalah untuk move on. Pertahankan harga diri Anda dengan fokus pada kesehatan, kebahagiaan, dan masa depan Anda. Biarkan ghoster yang menghadapi akibat dari ketidakdewasaan dirinya dan kurangnya keberanian dalam menghadapi suatu hubungan.

Apakah Anda pernah menjadi korban ghosting? Anda sudah melakukan berbagai macam cara untuk move on dari ghosting tapi tetap saja masih mengingat kejadian yang menyakitkan itu? Segera download aplikasi d’Fun Station dan konsultasikan langsung dengan ahli profesional yang ada di sana.

Referensi:
Koessler, Rebecca B. (2018). When Your Boo Becomes a Ghost: The Association Between Breakup Strategy and Breakup Role in Experiences of Relationship Dissolution. Electronic Thesis and Dissertation Repository. 5402.

McQuillan, Susan. (2020). Ghosting: What It Is, Why It Hurts, and What You Can Do About It. Psycom. https://www.psycom.net/what-is-ghosting





Berikan Komentar Via Facebook

Kisah dan Cerita Lainnya
Fungsi dan Manfaat Bermain bagi Perkembangan Anak Usia Dini

Fungsi dan Manfaat Bermain bagi Perkembangan Anak Usia Dini
Minggu, 30 September 2018 14:23 WIB
Bermain memiliki manfaat bagi anak ? benarkah ? apasaja sih manfaat bermain bagi anak ?, mau tahu ?
Cara Membuat si Kecil Semangat Masuk Sekolah Setelah Libur

Cara Membuat si Kecil Semangat Masuk Sekolah Setelah Libur
Selasa, 07 Januari 2020 15:37 WIB
Halo Parents, tidak terasa liburan sekolah sudah berakhir. Waktunya anak kembali lagi ke rutinitas semula yaitu masuk sekolah
Cara "Menghukum" Anak

Cara "Menghukum" Anak
Jum'at, 05 April 2019 10:33 WIB
Hampir 70 persen orangtua pernah menghukum anak sendiri dengan hukuman fisik. Padahal, para psikolog anak sangat tidak menganjurkan.
Hal Kecil yang Ternyata Berarti Besar untukĀ  si Kecil

Hal Kecil yang Ternyata Berarti Besar untukĀ  si Kecil
Sabtu, 06 Juli 2019 10:45 WIB
Tidak sedikit orangtua yang beranggapan bahwa anak yang sudah dilengkapi segala kebutuhannya maka itu sudah cukup baginya