Artikel
 
Semua ArtikelPerkembangan AnakDunia RemajaKehidupan DewasaKeluargaKesehatanPengetahuan Umum

Bebaskan Anak Meraih Impian
image : freepik.com
Bebaskan Anak Meraih Impian

Impian atau mimpi sangat lekat dengan dunia anak, bagaimana tidak? Sedari kecil mereka akrab dengan pertanyaan “mau jadi apa kalau sudah besar nanti?”. Impian membuat mereka memiliki rasa untuk ‘mengejar’, gigih melakukan sesuatu yang mereka minati demi mendapatkan sesuatu yang mereka bayangkan. Masing-masing anak memiliki impian yang berbeda-beda dan tentunya semakin bertambahnya usia akan semakin spesifik pula impiannya. Apakah anak mampu meraih impiannya? Nah disinilah perlunya peranan orang tua. 

Kebanyakan orang tua ingin mengatur masa depan anak agar tercipta sesuai keinginan mereka, padahal anak sedang mengembangkan minat, rasa, dan pikirannya sendiri. Terlebih lagi ketika anak mulai beranjak remaja, segala perubahan fisik, emosional maupun mental yang mereka alami seringkali justru berbuah konflik/masalah saat berhadapan dengan tuntutan orang tua.  

Menghadapi anak remaja memang akan lebih mudah jika orang tua belajar sebanyak mungkin mengenai kehidupan mereka di periode transisi ini sehingga orang tua tetap dapat memberikan perlakuan secara tepat yang mampu mendorong anak meraih impian. Berikut beberapa poin penting yang perlu orang tua ketahui : 

  1. Bangun hubungan positif dengan anak.

Dimulai dari mengenal dan menerima karakteristik anak yang meliputi kemampuan intelektual, kondisi emosional, minat, dan kebutuhannya. Hal ini akan menjaga harapan Anda kepada anak agar tetap realistis. Remaja sering menunjukkan perilaku yang memicu kemarahan orang tua, meski demikian sebenarnya mereka membutuhkan Anda tetap berada di dekatnya, berkomunikasi dengannya, menghabiskan waktu bersamanya, dan menunjukkan minat yang tulus terhadap mereka. Dengan begitu mereka akan tetap merasa dicintai. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa remaja yang memiliki hubungan positif dengan orang tua akan memiliki daya tahan mental yang lebih baik. 

 
  1. Menjalin komunikasi yang baik.

Komunikasi yang baik dihasilkan dari keterbukaan satu sama lain, sedangkan remaja cenderung tidak terbuka dengan obrolan yang ‘direncanakan’ atau saat Anda yang menyuruhnya bicara. Hal ini jadi tantangan tersendiri bagi orang tua karena dibutuhkannya keterampilan dan kesabaran. Berikut tips yang dapat dilakukan orang tua dalam menjalin komunikasi dengan remaja : 

  1. Ciptakan suasananya. Mengobrol akan lebih nyaman sambil melakukan aktivitas bersama. Pastikan perhatian Anda penuh untuk mendengarkan mereka. Terkadang sedikit memberi saran akan membuat mereka bertanya lebih banyak kepada Anda.
  2. Ketika ada perbedaan, tetaplah bersikap tenang agar dapat mencegah terjadinya pertengkaran karena mereka lebih sensitif dan emosional.
  3. Jangan tampilkan respon yang berlebihan karena mereka cenderung rentan untuk tidak terbuka kembali kepada orang tua jika mendapat respon yang tidak diharapkan. 

  4. Siapkan topik pembicaraan yang penting atau menarik bagi remaja, seputar sekolah, hobi/ minat, teman, dan sebagainya. 

 
  1. Memberikan berbagai pengalaman. 

Masa remaja adalah waktu untuk menjelajahi banyak bidang dan melakukan hal-hal baru. Ajak anak Anda mencoba olahraga baru, membaca buku baru, melakukan kegiatan akademis/non-akademis yang lain atau juga bereksperimen dengan berbagai bentuk seni, mempelajari budaya-budaya, mengamati karier/profesi yang berbeda-beda, dan bergabung dengan komunitas produktif yang diikuti teman sebayanya. Berbagai pengalaman yang anak peroleh akan menjadi referensi yang baik dalam menentukan impiannya.

 
  1. Membebaskan anak memilih namun tetap dengan pendampingan.

Memasuki masa remaja, anak mulai mampu mengambil keputusan bahkan meminta lebih banyak kebebasan. Sementara itu, orang tua dilema antara menginginkan mereka tumbuh percaya diri dan mampu melakukan berbagai hal secara mandiri tapi juga khawatir akan adanya ancaman terhadap kesehatan/keselamatan anak di luar sana. Perlu diketahui bahwa yang terpenting adalah anak tetap merasa dekat dengan orang tua tetapi juga diizinkan untuk memiliki pemikirannya sendiri, dengan begitu lebih mudah bagi Anda untuk tetap mendampingi anak. Berikut ini beberapa tips untuk mewujudkan kondisi tersebut :

  1. Berdiskusilah jika ingin menyampaikan sudut pandang Anda sebagai orang tua, hindari kesan mengarahkan apalagi memaksa. 

  2. Anda juga dapat hanya menjadi pendengar, lalu mengajukan pertanyaan yang dapat membantu anak berpikir mengenai hasil dari tindakannya.

  3. Jika anak bertanya pendapat Anda, berikan berbagai pilihan beserta konsekuensinya dan biarkan anak Anda yang memutuskan. Pastikan apa yang anak pilih adalah benar-benar kemauannya. Tidak memaksakan kehendak akan lebih baik untuk perkembangan psikologis anak. 

  4. Ajarkan anak bertanggung jawab dengan pilihannya, dengan mulai biasakan anak menyelesaikan tugas-tugas rutin di rumah seperti membereskan kamar tidurnya, membantu menyiapkan makanan atau kegiatan lainnya yang bermanfaat untuk banyak orang di rumah. Biarkan anak menemukan cara untuk berguna bagi orang lain dan ajarkan anak mengakui pilihan yang mereka buat adalah baik atau buruk.

 
  1. Menjadi role model yang tepat.

Remaja akan mengeksplorasi kemungkinan akan menjadi seperti siapa mereka, dengan cara memperhatikan orang tuanya, teman sebaya, orang terkenal dan lainnya. Maka jadikanlah Anda sebagai role model bagi mereka dengan berperilaku menerapkan nilai-nilai yang Anda harapkan akan berkembang pada anak Anda karena mereka akan belajar mengontrol diri dengan melihat role model.

  1. Berikan dukungan dan apresiasi.

Tampilkan sikap dan ekspresi yang mendukung anak Anda karena mereka membutuhkan orang-orang di sekitarnya mempercayai bahwa mereka mampu melakukannya. Tegaskan tentang kemampuan mereka dan sampaikan bahwa Anda percaya padanya. 

Pujian yang bermakna adalah pujian yang disampaikan oleh orang yang dicintai atau diandalkan, salah satunya yaitu orang tua. Berikan pujian dengan tulus setelah mereka mewujudkan salah satu keinginannya dan mimpinya maka hal ini akan membantu anak menumbuhkan rasa percaya dirinya.

Masa remaja ini tidak akan berlangsung lama Parents, tapi kematangan yang tercipta dari periode ini sangat menentukan langkah-langkah yang mereka ambil di masa yang akan datang demi mencapai impian-impian mereka. Bebaskan mereka meraih mimpi dan cobalah untuk menjadi pendukung yang secara tulus selalu menjaga dan mengawasi setiap langkah yang dipilih. 

Ingatlah parents! Tidak ada orang tua yang sempurna, yang terpenting adalah usaha untuk berperan lebih baik dari waktu ke waktu.

Nah kalau Anda maupun orang-orang di sekeliling Anda mengalami masalah interaksi antar orang tua dan anak atau masalah psikologis lainnya anak lainnya, jangan ragu untuk segera download aplikasi d’Fun Station di smartphone Anda dan konsultasikan langsung dengan ahlinya. 

 

Referensi :

Spellings, Margaret. (2005). Helping Your Child Through Early Adolescence. Washington, D.C : ED Pubs U.S. Department of Education - Office of Communications and Outreach . Principles and Practices to Nurture, Inspire, Excite, Educate and Heal





konsultasi Onsite

Telepon : 085725340688
Ruko Istana Pasteur Regency Blok CRA 51 Pasteur, Sukaraja, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40175


Berikan Komentar Via Facebook

Perkembangan Anak Lainnya
Didik Anak Menjadi Pahlawan Bagi Bumi

Didik Anak Menjadi Pahlawan Bagi Bumi
Selasa, 10 November 2020 10:35 WIB
Istilah pemanasan global, perubahan iklim, pencemaran plastik, dan kenaikan level air laut terdengar berat untuk diajarkan kepada anak anak kita.
8 Jenis Kanker Pada Anak yang Sering Terjadi

8 Jenis Kanker Pada Anak yang Sering Terjadi
Sabtu, 29 Juni 2019 11:06 WIB
kanker pada anak adalah suatu kejadian penyakit kanker yang muncul pada usia anak-anak hingga remaja
Perosotan, Ayunan, Mandi Bola, Stepping, dan Balok Keseimbangan Ada Manfaatnya Lho!

Perosotan, Ayunan, Mandi Bola, Stepping, dan Balok Keseimbangan Ada Manfaatnya Lho!
Selasa, 16 April 2019 12:21 WIB
Mainan yang cocok bagi balita seperti perosotan, ayunan, mandi bola, dan balok keseimbangan ternyata ada manfaatnya lho! Yuk intip satu-satu
8 Hal Yang Perlu Diajarkan pada Anak Lelakimu.

8 Hal Yang Perlu Diajarkan pada Anak Lelakimu.
Senin, 14 Januari 2019 09:52 WIB
Selaku cowok, kamu harus mendidik anak laki-lakimu layaknya seorang pria. Lalu, bagaimana mendidik seorang anak laki-laki? Yuk, simak!