Artikel
 
Semua ArtikelPerkembangan AnakDunia RemajaKehidupan DewasaKeluargaKesehatanPengetahuan UmumKesehatan Mental

Cara Menghadapi Anak yang Susah Makan
illustrasi
Cara Menghadapi Anak yang Susah Makan

Sebagai orang tua pasti selalu memiliki tantangan tersendiri dalam membersamai tumbuh kembang si kecil. Isu yang sangat sering kita dengar adalah masalah anak yang sulit/ menolak makan maupun memilih-milih makanan sehingga membuat para orang tua stress karena khawatir akan kesehatan atau kebutuhan gizi anak yang tidak terpenuhi. Orang tua seringkali merasa kaget karena pada masa awal MPASI anak mudah untuk makan dan tidak memilih atau menolak apapun yang diberikan. Namun setelah anak beranjak lebih besar selalu ada kemungkinan mereka menjadi cenderung untuk menolak atau memilih makanan yang ia mau. Hal ini terjadi karena semakin anak berkembang secara kognitif, bahasa, serta kemandirian maka ia menjadi semakin bisa untuk mengungkapkan dan menolak apa yang tidak mereka sukai.

Penyebab Anak Susah Makan
Hal pertama yang harus dilakukan oleh orang tua adalah mencari tahu penyebab anak susah/ menolak makan. Berikut adalah penyebab-penyebab yang membuat anak menjadi susah/ menolak makan:

  1. Anak sedang sakit, seperti sakit yang menurunkan selera makan, sakit tenggorokan, sakit perut, sariawan maupun tumbuh gigi.
  2. Anak bosan dengan variasi makanan yang disajikan baik jenis, tekstur maupun rasa.
  3. Anak merasa bosan dengan alat makan yang biasa dipakai.
  4. Anak merasa masih kenyang di jam makan karena terlalu banyak snack atau camilan.
  5. Anak memiliki pengalaman negatif pada saat aktivitas makan seperti dipaksa untuk mencoba makanan, dipaksa menghabiskan porsi makanan, dimarahi pada saat proses makan.

Tips Mengatasi Anak yang Susah/ Menolak Makan 
1. Sabar 
Sabar dan jangan berekspektasi terlalu besar kepada anak bahwa ia akan suka dan menghabiskan makanannya, hal ini akan membuat orang tua mudah kecewa sehingga stress dan tidak jarang menekan anak untuk makan. Sabar, dan yakini bahwa anak sedang belajar untuk bisa menikmati makanannya. Setiap pembelajaran pasti ada proses. So, tenang aja bunda, semangat terus membersamai anak.

2. Kenalilah Pola Makan Anak dan Konsisten Dalam Jadwal.
Kenalilah bagaimana porsi makan si kecil, apakah bisa sekaligus banyak atau sedikit-demi sedikit namun sering. Selain itu kenali juga kapan waktu anak merasa lapar. Buatlah aturan makan dan jam makan yang teratur serta konsisten. Ayah dan Bunda bisa membagi menjadi jadwal makan besar dan jadwal anak makan snack setiap harinya. Jadwal snack diusahakan tidak terlalu dekat dengan jadwal makan besar karena akan membuat anak merasa belum terlalu lapar.

3. Makan Bersama dengan Anggota Keluarga Lainnya 
Anak akan melihat bagaimana orang tua dan anggota keluarga lainnya menikmati makanan. Nantinya anak menjadi berlatih memiliki piringnya sendiri dan ada makanan yang bisa ia pegang dan makan sendiri. 

4. Tidak Makan Sambil Menonton 
Hal ini dilakukan supaya anak belajar untuk fokus makan makanannya sendiri.

5. Hargai Keputusan Anak untuk Berkata ‘Kenyang’ dan Jangan Memaksa 
Jika dilakukan nantinya akan membuat anak merasa tidak nyaman. Namun orang tua tetap perlu aware terhadap asupan yang masuk pada tubuh anak. Jika porsi yang dimakan pada suatu jam makan sedikit, pada jam snack atau makan selanjutnya buatlah makanan atau tambahkan makanan yang lebih besar kalori dan juga padat gizinya.

6. Variasikan Makanan 
Orang tua bisa berkreasi agar membuat makanan menjadi lebih menarik. Serta sediakan dalam piring misalnya beberapa macam sayuran, beberapa protein. Jika anak menolak beberapa jenis makanan, kita bisa terus mencoba di lain waktu. Selain itu makanan bisa disesuaikan dengan kondisi anak, misalnya anak sedang sariawan, bisa menyajikan makanan yang lebih lembut maupun dingin.

7. Ajak Anak untuk Terlibat Dalam Pembuatan Makanan
Hal ini dapat membuat anak menjadi lebih berselera karena beranggapan bahwa dirinya yang membuat. Dengan mengajak anak memasak/ membuat makanan juga dapat menjadi stimulasi dalam kemampuan motorik halus dan kemampuan bantu dirinya.

8. Berikan Pujian
Berikan pujian kepada anak bahwa ia sudah mau mencoba atau menghabiskan makanan mereka, puji mereka secara spesifik. Misalnya “Wah! adek hebat sudah menghabiskan makanannya”.

9. Yang Terpenting adalah Orang Tua Happy 
Orang tua harus happy supaya dapat menciptakan suasana makan yang menyenangkan dan tidak menekan saat membersamai anak di jam makannya. Tetap semangat parents, karena fase ini akan terlewati. Tetap happy dalam membersamai tumbuh kembang si kecil.

Nah, itulah cara-cara yang bisa parents coba untuk menghadapi anak yang susah makan. Jika semua cara sudah dicoba namun anak dirasa masih sulit untuk makan, parents bisa meminta bantuan psikolog klinis anak untuk mengetahui penyebab pasti anak susah makan dan mendapatkan cara yang paling tepat untuk dilakukan. Yuk, buat janji dan konsultasi dengan psikolog klinis anak d’Fun Station dengan mudah sekarang!

 

Referensi :
https://www.childfeedingguide.co.uk/ 
https://www.henry.org.uk/fussyeating
www.infantandtoddlerforum.org/toddlers-to-preschool/fussy-eating/how-to-managefussy-toddlers 
https://www.wsh.nhs.uk/CMS-Documents/Patient-leaflets/PaediatricDepartment/6336-1-Toddler-food-refusal.pdf





konsultasi Onsite

Telepon : 0859-5600-0087
Ruko Istana Pasteur Regency Blok CRA 51 Pasteur, Sukaraja, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40175


Berikan Komentar Via Facebook

Perkembangan Anak Lainnya
Apakah kita Cemas Selama Pandemi Covid-19?

Apakah kita Cemas Selama Pandemi Covid-19?
Senin, 20 April 2020 23:29 WIB
Cemas merupakan perasaan takut dan khawatir yang tidak menyenangkan. Perasaan ini muncul karena seseorang menilai bahwa situasi tersebut tidak familiar
Lelah Bekerja? Lakukan Hal ini untuk Relaksasi

image : freepik.com

Lelah Bekerja? Lakukan Hal ini untuk Relaksasi
Sabtu, 18 Juli 2020 08:30 WIB
Tuntutan dan tekanan di pekerjaan tak jarang membuat diri merasa begitu lelah
4 Tipe Ekstrovert, Kamu Tipe Ekstrovert yang Mana?

image: freepik.com

4 Tipe Ekstrovert, Kamu Tipe Ekstrovert yang Mana?
Sabtu, 10 April 2021 13:33 WIB
Orang ekstrovert senang berada di sekitar orang lain dan cenderung fokus pada dunia luar atau sosial
Pentingnya Mengajak Anak Bermain Aktif

Pentingnya Mengajak Anak Bermain Aktif
Selasa, 14 Mei 2019 23:49 WIB
Supaya bisa tumbuh dan berkembang dengan lebih optimal, si Kecil membutuhkan waktu bermain aktif yang cukup.