

Sebagai orang tua, kita mungkin sering kali merasa terganggu dengan perilaku anak dan sering kali kurang dapat menahan emosi diri. Orang tua sering kali memberikan ekspektasi tertentu kepada anak terutama dalam berperilaku, dan ketika ekspektasi tersebut tidak terpenuhi kita menjadi kecewa dan sering kali meluapkan kemarahan dan emosi yang kita rasakan. Tanpa disadari kita meninggikan nada suara, membentak ataupun mengeluarkan kata-kata kasar kepada anak. Perilaku ini ternyata mengarah pada perilaku verbal abuse (pelecehan verbal) maupun emotional violence (kekerasan emosional).
Penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa membentak atau berkata kasar kepada anak memiliki dampak negatif jangka pendek dan jangka panjang yang lebih serius daripada kekerasan fisik, sehingga penting bagi orang tua untuk waspada terhadap dampak psikologisnya. Berikut adalah 5 dampak buruk membentak anak:
Menyebabkan Permasalahan Emosi Hingga Depresi Pada Anak
Anak mungkin akan merasakan banyak emosi negatif selama maupun setelah mendapatkan perilaku membentak. Emosi yang sering kali muncul adalah merasa dipermalukan, bersalah, kecemasan, stress dan tidak sedikit yang mengarah pada permasalahan depresi pada anak. Selain itu, keterlambatan perkembangan, gangguan tidur hingga permasalahan akademik juga menjadi permasalahan yang paling sering ditemui dari anak dengan lingkungan yang sering membentaknya.
Membuat Perilaku Anak Semakin Buruk
Orang tua sering kali menggunakan bentakan atau kata-kata kasar untuk membuat anak menghentikan perilaku buruk yang mungkin dilakukan anak. Namun, orang tua sering kali lupa bahwa anak adalah peniru yang ulung. Mereka mungkin akan meniru perilaku tersebut dan bahkan tidak mengindahkan larangan yang diberikan oleh orang tua. Dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Society for Research in Children Development pada tahun 2013 menunjukkan bahwa anak yang secara konsisten mendapatkan bentakan dari orang tua memiliki perilaku yang buruk di lingkungan sosial.
Anak Merasa Inferior Dan Kurang Percaya Diri
Ketika orang tua atau orang dewasa disekitar anak memberikan bentakan kepada anak, maka anak sering kali disalahkan atas perilakunya. Hal ini sering kali membuat anak merasa inferior dan kurang percaya diri terutama ketika perilaku membentak atau berkata kasar dilakukan didepan orang banyak.
Permasalahan Dalam Sosialisasi
Permasalahan sosialisasi yang sering kali muncul tidak hanya berkaitan dengan anak yang menjadi sulit menjalin interaksi dengan lingkungannya karena perasaan inferior dan kurang percaya diri. Dikasuslain, anak yang sering mendapatkan bentakan dari orang tua justru tumbuh menjadu anak yang sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, egois dan kurang dapat mengikuti aturan.
Permasalahan Kesehatan Fisik
Tidak hanya permasalahan psikologis, mendapatkan bentakan secara konsisten dari orang tua juga dapat menyebabkan permasalahan fisik pada anak seperti permasalahan perkembangan atau kondisi sakit kronis diantaranya adalah permasalahan sakit kepala, pemasalahan leher dan radang sendi.
Nah, itulah pembahasan singkat mengenai dampak psikologis membentak anak. Menimbang banyaknya dampak negatif dari membentak anak maka orang tua perlu menyadari emosi diri dan berusaha untuk mengelola emosi terutama ketika hendak berinteraksi dengan anak. Jika anak melakukan kesalahan atau membuat orang tua kesal, orang tua dapat memberi jeda pada diri sebelum bereaksi dengan menarik napas panjang, minum air atau pergi ke ruangan lain untuk menenangkan diri.
Memerlukan konsultasi lebih lanjut terkait pengasuhan pada anak? Anda bisa mencoba membuat jadwal dengan psikolog klinis anak d’Fun Station dengan mudah dan cepat disini!









