

Pernahkah bunda baru saja duduk untuk menikmati kopi hangat, lalu tiba-tiba terdengar lengkingan suara dari ruang tengah, "Ibuuu! Kakak nakal, mainanku direbut!" yang disusul dengan tangisan adik? Rasanya seperti memiliki konser drama yang tidak ada habisnya setiap hari. Tenang, Ayah dan Bunda tidak sendirian. Fenomena "Tom & Jerry" dalam keluarga ini punya nama keren di dunia psikologi: Sibling Rivalry. Tapi, tahukah Bunda bahwa di balik rebutan remot TV itu, sebenarnya ada cara-cara seru untuk membuat mereka kompak?
Daripada langsung berteriak "Siapa yang mulai?!", yuk coba pendekatan yang lebih santai:
Selain itu, sangat penting bagi kita untuk menciptakan momen "Misi Bersama" antar anak. Jangan selalu membuat mereka berkompetisi (siapa yang paling cepat mandi, siapa yang paling rapi), coba berikan tugas yang menuntut kerja sama. Misalnya, menugaskan kakak dan adik untuk membereskan mainan bersama demi mendapatkan "hadiah" waktu menonton kartun tambahan. Dengan sering berada dalam satu tim yang sama untuk mencapai tujuan, otak anak akan mulai merekam bahwa saudaranya adalah rekan kerja, bukan saingan.
Wajar jika kakak-adik bertengkar, namun jika intensitasnya mulai mengganggu kesehatan mental keluarga atau terjadi kekerasan fisik yang berlebih, mungkin saatnya Bunda mencari sudut pandang profesional.
Jika Ayah dan Bunda merasa kewalahan dengan sikap anak-anak atau ingin berkonsultasi seputar tumbuh kembang, Layanan Psikologi Klinis d’Fun Station Bandung siap mendampingi. d’Fun Station menyediakan konseling dengan psikolog klinis yang ahli di bidang anak dan keluarga, baik secara tatap muka maupun online.









