Pola Asuh Anak
 
Semua BlogPengetahuan AnakDunia AnakKesehatan AnakPola Asuh AnakKisah dan Cerita

Cara Menerapkan Sistem Time Out

Cara Menerapkan Sistem Time Out

Apakah Moms dan Dads sering mendengar istilah time out untuk menurunkan perilaku agresif anak? Lalu apakah Moms dan Dads bingung bagaimana cara melakukannya? Yuk simak bersama!

Time out merupakah salah satu cara yang dapat digunakan oleh orang tua untuk melatih anak mengontrol perilakunya. Time out biasa digunakan saat anak menunjukan perilaku destruktif seperti memukul, menggigit, ataupun melempar barang. Saat akan menerapkan sistem time out maka terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Dalam time out, anak akan kehilangan akses terhadap semua sumber.
  • Ketika menghilangkan anak dari suatu situasi, pastikan terlebih dahulu bahwa time out yang dilakukan tidak memberikan penguatan positif pada perilaku. Misal: anak melempar barang ketika belajar, harus diperhatikan ketika time out dilakukan pada anak ini, apakah anak justru menjadi senang ketika berada pada situasi time out dibandingkan dengan situasi belajar.
  • Time out tidak akan dilakukan pada masalah perilaku yang dipertahankan karena adanya penguatan negatif. Misal: anak berperilaku agresif di kelas, apabila time out dilakukan maka hal tersebut seperti excuse bagi anak untuk tidak belajar.
Adapun cara menerapkan sistem time out adalah sebagai berikut:
  1. Orang tua dan anak harus menentukan terlebih dahulu perilaku apa saja yang tidak dapat di toleransi sehingga harus menerapakan teknik time out, seperti menggigit, melempar benda, merusak benda atau perilaku destruktif lainnya.
  2. Tuliskan pada aturan rumah reward yang diterima saat anak menunjukan perilaku baik.
  3. Berikan peringatan jika anak menunjukan perilaku yang diluar batas toleransi sehingga memerlukan time out. Katakan kepada anak bahwa jika perilaku tersebut tidak berhenti maka akan dilakukan time out. Orang tua dapat mulai menghitung dari angka satu hingga tiga sambil memberikan waktu kepada anak untuk menghentikan perilaku tersebut.
  4. Saat menerapkan time out, orang tua dapat menggunakan kamar anak atau kursi (jika anak menyetujui hal ini).
  5. Durasi time out adalah satu menit/tahun dan maksimum selama sepuluh menit, misal anak berusia 4 tahun maka durasi time out adalah 4 menit.
  6. Jika anak keluar dari tempat time out maka bawa ia kembali ke tempat semula dan tetaplah bersamanya.
  7. Jika anak tidak bisa ditinggalkan sendiri maka temani, namun buatlah seminimal mungkin kontak dan tidak ada diskusi yang terjadi sampai time out selesai.
  8. Jika anak memiliki temperamen yang sensitif, maka ia akan kesulitan jika harus di tinggal sendiri saat time out berlangsung. Oleh karena itu, berikan pengawasan dari orang dewasa, namun selama time out berlangsung maka diskusi serta kontak harus minim dilakukan.
  9. Jika time out terlalu sering dilakukan, maka orang tua harus melakukan review kembali aturan rumah dengan anak.
  10. Terkadang orang tua dan anak membutuhkan jarak sehingga satu sama lain memiliki waktu untuk menenangkan diri. Jika orang tua merasa membutuhkan waktu untuk sejenak menjaga jarak dengan anak maka mintalah pasangan atau rekan untuk membantu.
Daftar Rujukan
Laver-Bradbury, C., Thompson, M., Weeks, A., Daley, D., & Sonuga-Barke, E. J. (2010). Step by Step Help for Children With ADHD. Philadelpia: Jessica Kingsley Publisher.
Miltenberg, Raymond. G. 2012. Behaviour Modification. USA ; Wadsworth Cengage Learning





Berikan Komentar Via Facebook

Pola Asuh Anak Lainnya
Bantu Anak Siap Hadapi Ujian
Bantu Anak Siap Hadapi Ujian
Kamis, 06 Desember 2018 12:33 WIB
Baik ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, tes akademik apa pun, atau ujian di tempat les, rentan membuat anak-anak mengalami kecemasan. Sebagian besar siswa merasa tertekan saat menghadapi tes akademik.
Cara Mendidik Anak Hiperaktif dengan Benar dan Tepat (2)
Cara Mendidik Anak Hiperaktif dengan Benar dan Tepat (2)
Rabu, 22 Mei 2019 00:46 WIB
Anak hiperaktif membutuhkan perhatian yang lebih dan rasa kasih sayang yang lebih agar dia mau mendengarkan orang tuanya dan menuruti orang tua.
Dampak Negatif Media Sosial pada Anak dan Remaja
Dampak Negatif Media Sosial pada Anak dan Remaja
Kamis, 21 November 2019 11:10 WIB
Selain dampak positif, penggunaan media sosial di kalangan remaja dan anak juga dapat memberikan dampak negatif. Apa saja dampaknya, yuk kita simak bersama!
Kelelawar Yang Sombong
Kelelawar Yang Sombong
Senin, 07 Januari 2019 09:05 WIB
Suatu hari, di sebuah kebun hiduplah berbagai jenis binatang. Di sana hiduplah sekelompok Kelelawar yang sangat sombong. Mereka selalu berteman dengan dengan kalangannya sendiri.