Psikologi
 
Semua BlogPengetahuan AnakDunia AnakKesehatan AnakPola Asuh AnakKisah dan CeritaPsikologiEdukasiUmum

Mengenal Ambivert, si Introvert yang juga Ekstrovert
image: freepik.com
Mengenal Ambivert, si Introvert yang juga Ekstrovert

Banyak di antara kita yang mengidentifikasi kepribadian sebagai introvert atau ekstrovert. Padahal kepribadian tidak hanya soal introvert atau ekstrovert, karena hal tersebut merupakan suatu spektrum dengan rentang tertentu. Jika Anda merasa berada di tengah-tengah kepribadian (spektrum) antara introvert dan ekstrovert maka Anda dapat disebut sebagai seorang ambivert. Nah kali ini kita akan membahas tentang apa itu ambivert. Yuk simak penjelasan dan ciri-cirinya di bawah ini.

Apa Itu Ambivert?
Orang ambivert memiliki keseimbangan antara introversi dan ekstroversi. Orang introvert biasanya lebih suka mendengarkan dan ekstrovert lebih suka mengobrol, namun seorang ambivert cenderung bisa menghadapi keduanya dengan baik. Mereka juga merupakan pribadi yang fleksibel. Ambivert yang bisa menjadi introvert maupun ekstrovert dapat berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan individu si ambivert saat menghadapi situasi tertentu.

Ambivert memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan introvert dan ekstrovert. Karena kepribadian ambivert tidak terlalu condong ke salah satu arah, hal ini membuat mereka lebih mudah menyesuaikan cara pendekatan mereka terhadap orang lain berdasarkan situasinya. Hal inilah yang membuat mereka terhubung dengan orang-orang secara lebih mudah, lebih mendalam, dan banyak bertemu dengan berbagai macam orang.

Ciri-ciri Seorang Ambivert
Di bawah ini merupakan ciri-ciri yang mungkin menunjukkan bahwa seseorang adalah ambivert seperti dilansir dari Healthline.

1. Merupakan pendengar dan komunikator yang baik
Orang yang ekstrovert cenderung lebih banyak berbicara sedangkan introvert lebih banyak memperhatikan dan mendengarkan. Tetapi ambivert tahu kapan ketika harus berbicara dan kapan harus mendengarkan.

2. Memiliki kemampuan untuk mengatur perilaku
Menyesuaikan diri dengan orang lain di berbagai macam situasi menjadi hal yang biasa bagi orang-orang ambivert.
Bayangkan jika Anda sedang naik lift dan di dalamnya terdapat orang asing. Orang ekstrovert cenderung dapat mengobrol atau berbasa-basi, tetapi orang introvert cenderung akan memakai headsetnya untuk menghindari interaksi. Dalam situasi tersebut, orang ambivert dapat dengan mudah memilih salah satu pilihan tersebut, tergantung dengan orang dan situasi yang sedang berlangsung.

3. Merasa nyaman dalam lingkungan sosial, tetapi juga menghargai waktu sendiri
Ambivert bisa berada di elemen tertentu mereka saat berada di tengah keramaian atau saat menikmati kesendirian di rumahnya.
Misalnya pada suatu hari ada teman yang mengajak bertemu saat itu juga. Orang ekstrovert kemungkinan besar akan langsung meng”iya”kan tanpa ragu, sedangkan orang introvert cenderung akan menolak dan lebih memilih untuk tetap berada di dalam rumah. Seorang ambivert akan mempertimbangkan baik dan buruknya dari pertemuan yang akan dilakukannya, meskipun mereka bisa dengan mudah untuk ikut ataupun memilih untuk tetap berada di rumah.

4. Memiliki Empati secara natural
Orang yang ambivert mampu mendengarkan dan menunjukkan bahwa mereka dapat mengerti posisi atau keadaan orang lain.
Jika ada teman yang mengalami masalah, orang ekstrovert akan langsung mencoba menawarkan solusi, sedangkan orang introvert akan sangat baik dalam mendengarkan cerita temannya. Orang yang ambivert dapat mendengarkan dengan baik dan mengajukan pertanyaan yang bijak untuk mencoba membantu memberikannya solusi.

5. Mampu memberikan keseimbangan
Orang ambivert dapat memberikan keseimbangan yang sangat dibutuhkan terhadap dinamika sosial seperti halnya dalam ruang lingkup kelompok. Orang yang ambivert merupakan sosok yang bisa memecahkan suasana yang canggung dan dapat membuat orang yang introvert nyaman untuk memulai percakapan.

Ambivert tentunya memiliki banyak sifat yang bagus. Mereka dapat menjadi fleksibel dalam berbagai situasi. Mereka juga seringkali mengetahui kapan harus berbicara dan kapan harus mendengarkan. Keterampilan tersebut pastinya sangat dibutuhkan dalam interaksi sosial yang berbeda.

Apapun spektrum kepribadian yang kita miliki, meluangkan waktu untuk memahami kepribadian diri kita dapat membantu kita meningkatkan hubungan pribadi maupun hubungan profesional.
Apakah Anda merasa kesulitan untuk memahami kepribadian Anda? Jika Anda merasakannya, jangan pernah takut untuk menceritakannya kepada ahli. Para ahli di d’Fun Station apps siap mendengarkan cerita dan keluh kesah Anda serta memberikan solusi yang bisa Anda coba untuk membantu Anda mengatasi masalah yang Anda alami. Download aplikasinya di Playstore sekarang juga.

Referensi:
Goldman, Rena. (2018). 5 Signs That You May Be an Ambivert. Healthline. [online] https://www.healthline.com/health/health-ambivert#signs
Regan, Sarah. (2018). 7 Signs That You May Be An Ambivert & How To Thrive. Mind Body Green. [online] https://www.mindbodygreen.com/articles/ambivert-meaning-and-signs





Berikan Komentar Via Facebook

Psikologi Lainnya
Cabai Jawa, Cabai Hangat Asli Indonesia yang Bermanfaat

Cabai Jawa, Cabai Hangat Asli Indonesia yang Bermanfaat
Selasa, 17 Maret 2020 12:35 WIB
Cabai jawa merupakan sebuah cabai asli yang berasal dari Indonesia. Cabai jawa akan terasa menghangatkan dan mempunyai banyak khasiat.
3 Kata Ajaib

3 Kata Ajaib
Kamis, 07 Maret 2019 10:52 WIB
Tahukah Mam's, Ada 3 kata ajaib yang harus dipahami anak sejak usia dini. Apa saja?
Tips Mengenang Hal Menyenangkan Dalam Hidup

Tips Mengenang Hal Menyenangkan Dalam Hidup
Senin, 28 Desember 2020 11:39 WIB
Masa lalu merupakan hasil dari pengalaman hidup yang bisa kita kenang dan ambil pembelajarannya untuk menjalani hari-hari di masa depan
8 Jenis Kanker Pada Anak yang Sering Terjadi

8 Jenis Kanker Pada Anak yang Sering Terjadi
Sabtu, 29 Juni 2019 11:06 WIB
kanker pada anak adalah suatu kejadian penyakit kanker yang muncul pada usia anak-anak hingga remaja