Psikologi
 
Semua BlogPengetahuan AnakDunia AnakKesehatan AnakPola Asuh AnakKisah dan CeritaPsikologiEdukasiUmum

Gaslighting Dalam Hubungan, No Way!
image: freepik.com
Gaslighting Dalam Hubungan, No Way!

Pernahkah Anda dibuat merasakan bahwa hal-hal yang Anda yakini benar ternyata hanyalah permainan pikiran Anda? Jika hal ini terdengar asing, Anda mungkin menjadi korban gaslighting. Istilah Gaslighting diambil dari film Gaslight yang dirilis pada tahun 1944 yang menceritakan tentang seorang suami yang mencoba meyakinkan istrinya bahwa dia tidak waras dengan cara membuatnya mempertanyakan dirinya dan realitasnya.

Apa itu Gaslighting?
Gaslighting adalah tindakan memanipulasi seseorang menggunakan upaya psikologis untuk membuat mereka mempertanyakan kewarasan diri mereka sendiri. Ini merupakan bentuk pelecehan emosional yang parah dan sering membuat mereka mempertanyakan ingatan, pikiran, atau peristiwa yang telah terjadi pada diri mereka sendiri. Jika perilaku tersebut tidak dihentikan, hal ini dapat mengakibatkan korban meragukan dan kehilangan jati diri serta harga diri mereka.

Gaslighting dapat terjadi dalam semua jenis hubungan, baik pribadi maupun profesional. Ini merupakan teknik umum yang digunakan oleh pasangan intim atau seseorang yang mencoba mengendalikan suatu kelompok besar seperti pemimpin suatu aliran. Pelecehan emosional gaslighting ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk dan bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang ras, jenis kelamin, agama, atau orientasi seksual. Pelecehan emosional bisa dilakukan secara fisik, mental, seksual, finansial maupun secara emosional itu sendiri. Beberapa contoh pelecehan emosional yang terjadi seperti diteriaki, dipukul, diancam, atau terus-menerus dicaci-maki. Bentuk contoh pelecehan emosional yang lebih jelas yaitu seperti halnya memanfaatkan hubungan seks atau menahan uang seseorang. Gaslighting merupakan suatu hal yang tidak mudah dideteksi. Faktanya, para korban seringkali merasa kewalahan oleh perbuatan pelaku serta muncul keraguan terhadap diri sendiri sehingga butuh waktu lama untuk menyadari tentang apa yang telah terjadi dan mendapatkan bantuan.

Tanda-tanda Gaslighting
Penolakan untuk membingungkan Anda
Gaslighter (pelaku gaslighting) akan menyangkal bahwa ia mengatakan sesuatu, meskipun ada bukti kebohongannya. Gaslighter akan menyangkal kenyataan dari suatu situasi dan mencoba membuat korban merasa seolah-olah ia yang membayangkan segalanya.

Kebohongan tentang Anda
Gaslighter akan berbohong dan bertindak terkejut jika Anda mengonfrontasinya dengan kebenaran. Seseorang yang menjadi korban gaslight umumnya tidak pandai menipu, tetapi kebohongan yang dilakukan gaslighter dengan berapi-api seperti itu bisa membuat Anda mempertanyakan mengapa Anda pernah meragukannya.

Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata
Jika Anda terlibat dengan seseorang yang mencoba menyindir Anda, perhatikan apa yang dia lakukan, bukan apa yang dia katakan. Ia biasanya menggunakan kata-kata untuk memutarbalikkan kebenaran dan membuat Anda mempertanyakan kewarasan Anda sendiri. Amati tindakannya dan percayalah pada insting Anda.

Pujian atau penghargaan palsu
Seseorang yang mengejek orang lain akan sering menggunakan pujian atau tindakan penghargaan palsu yang membuat Anda bertanya-tanya apakah mereka benar-benar kasar atau apakah Anda salah paham. Kebiasaan seperti ini biasanya hanyalah upaya untuk membuat Anda kehilangan keseimbangan secara emosional.

Proyeksi
Proyeksi merupakan tindakan menuduh orang lain atas kekurangan atau kesalahan Anda sendiri. Misalnya, jika gaslighter selingkuh dalam suatu hubungan, mereka mungkin menuduh Anda tidak setia. Ini adalah taktik yang sering digunakan para gaslighter untuk mengalihkan fokus dari dirinya sendiri dan perilaku buruknya.

Manipulasi
Gaslighter biasanya merupakan seorang manipulator ulung. Salah satu cara yang gaslighter lakukan ialah mencoba memanipulasi korban dengan menggunakan teman atau orang yang dicintainya untuk melawan dirinya. Misalnya, gaslighter mungkin memberi tahu Anda mengenai hal-hal yang membuat Anda berpikir bahwa orang lain tidak terlalu peduli pada Anda seperti, “Mereka tidak peduli dengan Anda. Jika ya, bukankah menurutmu mereka akan lebih sering datang?” Pernyataan semacam ini sering kali cukup untuk membuat korban mengisolasi diri dari orang lain. Ini memberi gaslighter kendali lebih besar lagi atas kehidupan korban.

Apakah Anda merasa bahwa diri Anda atau teman Anda telah menjadi korban gaslighting? Jika ya, jangan ragu untuk segera konsultasikan kepada ahlinya via aplikasi d’Fun Station. Para ahli di d’Fun Station apps selalu siap sedia untuk membantu Anda mencari solusi terbaik dalam hidup Anda. Download aplikasinya segera di smartphone Anda!

Referensi :
Sarkis, Stephani. (2018). Gaslighting: Recognize Manipulative and Emotionally Abusive People. New York : Da Capo Press.
Dean, Mary Elizabeth. (2021). What Is Gaslighting? A Sneaky Kind Of Emotional Abuse. Betterhelp [online] https://www.betterhelp.com/advice/relations/gaslighting-a-sneaky-kind-of-emotional-abuse
Ni, Preston. (2017). 7 Stages of Gaslighting in a Relationship. Psychology Today [online] https://www.psychologytoday.com/us/blog/communication-success/201704/7-stages-gaslighting-in-relationship





Berikan Komentar Via Facebook

Psikologi Lainnya
Pentingnya Melatih Motorik Anak

Pentingnya Melatih Motorik Anak
Minggu, 16 September 2018 10:38 WIB
Menurut Wikipedia, gerakan motorik adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku gerakan yang dilakukan oleh tubuh manusia. Pengendalian motorik biasanya
Cara Mendidik Anak Hiperaktif dengan Benar dan Tepat (Bag.1)

Cara Mendidik Anak Hiperaktif dengan Benar dan Tepat (Bag.1)
Selasa, 21 Mei 2019 00:05 WIB
Anak hiperaktif merupakan anak dengan aktivitas tinggi dan tidak mau diam. Anak seperti ini cenderung terus bermain, berlarian, tidak mau
Conduct Disorder, Perilaku Agresif Anak yang Bertahan

image : google.com

Conduct Disorder, Perilaku Agresif Anak yang Bertahan
Rabu, 02 September 2020 10:29 WIB
conduct problems seringkali digolongkan ke dalam perilaku eksternalisasi yang mencakup gabungan antara perilaku impulsif, overaktif, agresif, dan melawan aturan
Bantu Anak Siap Hadapi Ujian

Bantu Anak Siap Hadapi Ujian
Kamis, 06 Desember 2018 12:33 WIB
Baik ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, tes akademik apa pun, atau ujian di tempat les, rentan membuat